I Made Gede Antara. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Atlet lompat tinggi Bali I Made Gede Antara harus puas menduduki peringkat ketujuh dengan lompatan 195 cm, pada PON XIX/2016 di Jabar. Akan tetapi, Antara mematok target mendulang medali emas pada PON XX/2020 di Papua, sekaligus memecahkan rekor PON dan rakornas atas nama Andre Darmawan (DKI) yang lompatannya mencapai 215 cm pada PON XVIII/2012 di Riau.

Bagi Antara, target emas PON bukanlah khayalan. Terbukti prestasinya selama 2019 menyabet empat emas, mulai Jatim Open, Maret (206 cm) kemudian Jateng Open, Juli (210 cm), Kejurnas Cibinong, Agustus (208 cm) serta Pomnas Jakarta, Oktober (210 cm). “Saya mencoba melompat setinggi 216 cm pada ajang Pomnas tetapi gagal. Penyebabnya karena persiapan terlalu mepet, ditambah saya baru saja turun di Porprov Bali,” kilah atlet kelahiran Pererenan, Mengwi, Badung, 19 Desember 1996.

Sebelumnya, Antara juga mencoba lompatan 216 cm di Jateng Open namun belum berhasil. Peraih emas PON Jabar disabet Rizki Gusyafa (DKI), sekaligus pesaing utamanya pada PON di Bumi Cendrawasih. Catatan prestasi Rizki Gusyafa juga 215 cm, saat SEA Games di Singapura 2017. “Astungkara, doakan saja saya bisa mengalahkannya, merebut emas dan memecahkan rekornas,” ungkap putra kedua pasangan Ketut Sutarja dan Si Luh Ketut Suryanti.

Baca juga:  Kejuaraan Sambo akan Digelar di Pulau Dewata

Antara membandingkan, prestasi Rizki pada Jatim Open dan kejurnas sama-sama 204 cm dan meraih perak pada kedua event tersebut. “Rival utama saya juga datang dari M. Hariadi Hidayat (Riau) yang lompatannya mencapai 202 cm,” jelas mahasiswa semester X FOK Undiksha Singaraja ini.

Antara mulai menggeluti lompat tinggi, persisnya sejak 2015. “Sebenarnya, latar belakang saya adalah pebola voli dan posisinya sebagai tukang smes,” ucap atlet bertinggi 180 cm ini. Ia sukses membawa tim bola voli sekolahnya SMPN 2 Mengwi dan SMAN 2 Mengwi merebut juara pada Porjar Badung.

Selama menggeluti lompat tinggi, dirinya dipoles pelatih Ketut Gede Widiana dan pertama kali membela Badung turun pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng merebut perak. Selanjutnya Antara mengantongi tiket PON Jabar.

Prestasi Antara mulai gemilang dengan menyumbang emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar dan Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Ia bangga menekuni lompat tinggi, karena merupakan olahraga individu yang membentuk karakter kepribadian, kemandirian dan kedisiplinan.

Sebagai persiapan PON, dirinya berlatih enam kali dalam sepekan, mulai teknik lompatan, barbel sampai berenang di kolam. Meskipun kuliah di Undiksha, Antara bercita-cita ingin jadi pengusaha. Terbukti uang hasil bonus yang diterimanya, di manfaatkan untuk membuka toko sepatu olahraga. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.