Warga mencari air di sumur. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kemarau panjang masih terjadi di Klungkung, khususnya di Kecamatan Dawan. Krisis air bersih pun kian meluas.

Setelah warga Desa Besan, hal sama juga dirasakan warga Dusun Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Sebanyak 87 KK warga Dusun Gelogor yang bermukim di Bukit Tangkid, sejak tiga bulan mengalami kekurangan air, lantaran sama sekali tidak pernah turun hujan.

Semua cubang yang biasa dimanfaatkan warga sudah lama mengering. Kondisi demikian menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Wakil Bupati Klungkung Made Kasta meninjau langsung lokasi krisis air bersama  Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada, Camat Dawan, A.A Gede Putra Wedana, Perbekel Desa Pikat, I Wayan Navy Sudarsa, Selasa (28/1).

Warga setempat yang hanya menghandalkan air rembesan dalam sumur. Mereka rela antre hingga 4 jam untuk bisa mendapatkan dua ember air.

Baca juga:  Tekan Inflasi

Warga terpaksa secara bergilir atau antre mencari air hingga tengah malam karena kondisi debit air di sumber mata air di dusun setempat sudah mengecil.

Seorang warga Gelogor,  Ni Komang Wati (28) menjelaskan, kekeringan di Dusun Glogor telah terjadi lebih dari 6 bulan lalu. Ibu-ibu bergilir mencari air menggunakan jerigen sejak pagi.

“Saya dari pukul 08.00 sudah mencari air di sini. Tapi karena debit airnya kecil, saya hanya dapat tiga ember dalam sehari, bahkan sampai bergadang hingga tengah malam,” ujar Ni Komang Wati.

Kalak BPBD Klungkung I Putu Widiada, mengatakan suplai air bersih akan dikirim mulai Selasa (28/1), hingga sore hari untuk memenuhi cubang-cubang yang kekeringan. Seluruh personilnya langsung bekerja secara maksimal, untuk pengisian air demi memenuhi kebutuhan sementara masyarakat setempat. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.