Senator DPD RI Arya Wedakarna saat hadir di acara Sekaa Teruna STDSBanjarangkan dan ST Vidya Graha Pakse Bali di Klungkung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gerakan Satyagraha kembali bergerak, yakni mengajak generasi muda milenial di desa-desa untuk membantu prajuru desa adat untuk menghadapi radikalisme khususnya di segmen palemahan dan pawongan. Ini dianggap penting oleh Senator DPD-RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mengingat saat ini negara khususnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang gencarnya memerangi radikalisme, khususnya pengusung gerakan Khilafah yang bercita-cita mendirikan negara agama.

Demikian diungkapkan Senator Arya Wedakarna (AWK) di hadapan ratusan anggota STT di Kabupaten Klungkung yakni di STDS Banjarangkan, Klungkung dan ST Vidya Graha Paksebali, Klungkung. Dalam perayaan hari jadi STT itu, AWK seperti biasa membakar semangat anak muda dengan gerakan Satyagrahanya, dan meminta kepada anak muda Klungkung untuk membantu negara dalam hal melawan gerakan Khilafah.

Baca juga:  AWK Tetap Tegaskan Seluruh Brahmana Dwijati adalah "Surya"

“Dari berbagai laporan, Klungkung sudah mulai dimasuki oleh gerakan radikal. Lihat saja kondisi di kota Semarapura, bagaimana persaingan ekonomi oleh tamiu sudah mulai mengkhawatirkan. Nilai–nilai toleransi jangan sekadar pemanis, dan pejabat pemerintahan harus langsung menyelesaikan masalah distoleransi,” katanya.

Untuk itu, ia meminta anak–anak muda Hindu untuk bergerak, berani berbicara dan juga berani berdebat agar agama Hindu, budaya Bali dan adat istiadat bisa eksis. “Bung Karno berkata JAS MERAH! Dulu leluhur Hindu di zaman kerajaan berjuang dengan tajamnya ujung tombak dan ujung keris, makanya di Bali ada puputan. Sedangkan leluhur kita di zaman kemerdekaan, leluhur berjuang dengan ujung pena terutama saat menulis teks proklamasi dan konstitusi,” sebutnya. (Adv/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.