GIANYAR, BALIPOST.com – Kemacaetan Ubud menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Khususnya terkait pelanggaran parkir kendaraan.

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena berkaitan dengan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Terkait persoalan ini, Bupati Gianyar Made Mahayastra berencana membuat terobosan baru, yakni mempersempit jalan kendaraan, dan memperlebar akses pejalan kaki.

Bupati Mahayastra mengatakan ke depan, ia berencana membuat infrastruktur yang ramah pejalan kaki. Rencana tersebut kerena melihat sejumlah jalur di Ubud yang memprihatinkan, khusus di depan Puri Saren Ubud. “Coba kalau lewat ke sana pavingnya sudah pada rusak, pavingnya nanti akan diganti dengan batu alam,” jelasnya.

Politisi PDIP asal Kecamatan Payangan ini juga menjelaskan Ubud merupakan kawasan yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya. Sehingga menjadi keharusan Pemda Gianyar untuk merawat Ubud.

Ia pun mengungkapkan rencana trotoar yang ada di depan Puri Ubud ke timur sampai di Jaba Pura Dalem Puri akan diperlebar, sehingga ada akses nyaman untuk pejalan kaki. Tujuannya agar para wisatawan yang menikmati Ubud dapat leluasa sambil berjalan-jalan.

Baca juga:  Korban Rasionalisasi Anggaran di Badung, SMPN 5 Abiansemal Batal Dibangun

“Nanti akan dibuat agar ramah bagi pejalan kaki, perlebar tempat jalan, jalannya dipersempit, untuk kendaraan nanti bisa dibuatkan kantong-kantong parkir lagi. Kami akan pikirkan itu segera, karena memang tugas dari bupati muda ya senang mengesekusi. Dipilih rakyat untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat,” imbuh Mahayastra.

Sementara untuk langkah cepat, pihaknya pun mengharapkan sinergi dari aparat kepolisian, dan gerak cepat dari petugas Dishub Gianyar untuk menertibkan parkir liar di seputaran kampung turis itu. “Ini juga tugas dari Bapak Kapolres yang baru agar Ubud itu tidak macet,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.