ngamuk
Ilustrasi. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Kasus penganiayaan terjadi di LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga, Bangli Kamis (21/11) malam. Dua orang pria mengalami luka tusuk pada bagian perut hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Saat ini kasus penganiayaan tersebut tengah ditangani Polres Bangli. Dua korban penganiayan yang mengalami luka tusuk tersebut yakni Putu Mas Wibawa alias Boger (30) dan I Wayan Sumarta alias Gondam (40) warga Banjar Kawan, Bangli.

Menurut informasi kasus penganiayaan terjadi berawal dari adanya pesta miras yang dilakukan oleh sejumlah pria di sebuat kos-kosan sekitar pukul 19.00 Wita. Pria yang pesta miras tersebut masing-masing berinisial DD, AW, YG, LT, MA, BY, SP, GD, dan YG. Mereka pesta miras di kos milik KP.

Saat sedang pesta miras, datang seseorang yakni I Kadek Sujana alias Kadek Berang-berang yang kebetulan minum miras di warung depan kos bersama kedua korban dan beberapa orang lainnya. Sujana menegur mereka dan meminta untuk mengecilkan volume musik.

Setelah dikecilkan, Sujana kemudian ikut bergabung untuk minum-minum bersama mereka. Usai ikut pesta miras di kosan, Sujana kembali ke depan warung tempatnya minum miras bersama rekan-rekannya.

Tak lama kemudian Sujana kembali datang untuk mencari Mamo di kamar kosan nomor 6. Disampaikan bahwa Mamo sedang bersama YG di kamar kos No. 12.

Sujana pun kemudian mencarinya ke kamar nomor 12. Entah apa masalahnya, terjadi ribut antara Sujana dengan YG. YG kemudian pergi meninggalkan tempat kos dengan mengendarai sepeda motor ke kos rekannya.

Saat datang YG membawa sebilah sabit dan pedang dengan panjang kurang lebih 50 cm. Ketika YG tiba di TKP, situasi di lokasi depan warung sudah ramai.

Saat itu, KP langsung menghalau YG dan merebut senjata tajam yang dibawanya. Di saat yang sama, kedua orang korban juga berada di TKP.

Baca juga:  Ludahi dan Aniaya Pemotor, Elfis Ditangkap

Kemudian DD tiba di lokasi setelah sebelumnya sempat ke kos untuk mengambil pisau lipat yang disimpan di dapur. Tak berapa lama kemudian kasus penganiayaan terjadi hinga mengakibatkan kedua korban mengalami luka tusuk di bagian perut.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan setelah mendapat laporan penganiayaan tersebut Sat Reskrim Polres Bangli bersama Polsek Bangli langsung meluncur ke TKP. 9 orang pria yang diduga terlibat penganiayaan tersebut termasuk yang sudah meninggalkan TKP diamankan ke Polres Bangli untuk dilakukan pemeriksaan secara Intensif.

Sementara kedua korban dilarikan ke RSU Bangli untuk mendapatkan penanganan. “Akibat penganiayaan itu, Boger mengalami 2 luka tusukan pada bagian perut depan dan bagian perut sebelah kiri. Saat ini korban sedang mendapat perawatan di RSUP Sanglah. Sementara Gondam mengalami 1 luka tusukan pada perut bagian kiri dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUP Sanglah,” sebutnya.

Sulhadi mengatakan pascakejadian itu polisi telah memeriksa 11 orang sebagai saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus penganiayaan itu terjadi dipicu salah paham karena senggolan dan saling pandang di kos.

Dalam kasus tersebut, YG, kata Sulhadi mengaku sempat melakukan penusukan sebanyak dua kali terhadap korban. “Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk menyesuaikan keterangan saksi satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

Agar permasalahan kesalahpahaman tersebut tidak melebar, Jumat dinihari Kabag Ops Polres Bangli telah melakukan pertemuan di Polres dengan tokoh masyarakat dari desa masing-masing saksi dan korban.

Disepakati bahwa permasalahan kesalahpahaman yang mengakibatkan terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. “Masing-masing tokoh juga sepakat untuk meredam warganya agar tidak emosi dan tidak termakan oleh isu yang tidak bertanggung jawab, baik yang beredar di media sosial ataupun yang beredar di masyarakat,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.