MANGUPURA, BALIPOST.com – Bencana alam mulai mengintai Kabupaten Badung pada awal musim hujan, November ini. Sejumlah wilayah di Gumi Keris mengalami musibah, mulai dari tanah longsor hingga pohon tumbang.

Kepala Bidang Logistik dan Kedarutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, dr. Ni Nyoman Ermy Setiari mengakui beberapa peristiwa terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang.  Tercatat, 4 peristiwa pohon tumbang dan satu tanah longsor.

“Kami telah melakukan penanganan sesuai laporan. Saat ada laporan masuk, kami dan tim langsung turun ke lapangan,” ujar Ermy saat dikonfirmasi, Minggu (3/11).

Bencana yang terjadi sejak Sabtu (2/11) hingga Minggu, di antaranya sebuah pohon yang berdiameter 40 cm dengan ketinggian 15 meter tumbang akibat diguyur hujan dan angin kencang di Banjar Gunung, Desa Abiansemal. Tumbangnya pohon jenis Bayur itu menimpa salah satu pelinggih (pura keluarga) milik warga Ketut Badra. Akibat kejadian itu, kerugian dialami Badra sekira Rp 25 juta.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Petang. Pohon bayur yang berdiamter 80 cm dengan tinggai 15 meter itu tumbang dan menutupi Jalan Raya Sulangai (Tukad Ngongkong).

Beruntung tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang dipekirakan terjadi pada pukul 06. 45 Wita itu.

Baca juga:  Terduga Pelaku Teror Dibekuk di Bali

Pohon tumbang juga terjadi di jalan Raya Petang, pohon jenis Jempenis yang berukuran 40 cm dan tinggi 10 meter tersebut tumbang dan menutupi sebagian badan jalan. Arus lalu lintas pun sempat tersendat beberapa menit. Sekitar 20 menit kemudian setelah tim BPBD menyelsaikan tugas membersihkan batang pohon, arus lalin pun kembali normal.

Sebelumnya, pada Sabtu sore tanah longsor terjadi di Banjar Auman Desa Pelaga. Tanah yang longsor turut menggerus penyengker milik Ketut Yuta.

Tanah yang longsor sepanjang 50 meter dengan kedalaman tiga meter itu menyebabkan kerugian sekira Rp 40 juta. Untuk kejadian ini, tim BPBD Badung baru mendapat informasi Minggu pagi.

“Kami himbau masyarakat selalu waspada akan terjadi musibah akibat perubahan cuaca ekstrem. Masyarakat sebaiknya mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, termasuk waspada terhadap potensi munculnya bencana,” katanya.

Ia juga mengimbau menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan. Mewaspadai tebing-tebing di perbukitan yang dekat dengan tempat tinggal, maupun bantaran sungai. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.