MANGUPURA, BALIPOST.com – Hari kedua pencarian jasad warga negara (WN) dari Belarusia, Siarhei Barbushyn yang terjatuh dari atas tebing Tanjung Mebulu Pecatu, Kuta Selatan setinggi 130 meter terus dilakukan. Namun hingga sore, Selasa (29/10), petugas dari Basarnas Denpasar belum berhasil menemukan mayat korban.

Bahkan, selain pencarian melalui laut, Basarnas juga memantau dari udara. Menurut penuturan Kepala Basarnas Bali, Hariadi, petugas Basarnas dengan menumpang Heli SAR, takeoff dari Bandara Ngurah Rai dari pukul 07.07 Wita.

Selama hampir satu jam, pemantauan melalui udara dilakukan dengan menyusuri sepanjang kawasan pantai dekat lokasi kehadian. Hingga pukul 07.50 Wita karena hasil masih nihil, petugas kembali ke Bandara Ngurah Rai.

Sementara, kata Hariadi, untuk pencarian melalui laut, petugas dengan RIB berangkat sejak pukul 06.30 Wita dari pelabuhan Benoa hingga lokasi kejadian. Begitu juga rubber balawista dari Labuansait Padang-Padang ikut melakukan penyisiran.

Baca juga:  Diduga Pungli, Anggota Ormas Ditangkap

Sedangkan, penyisiran melalui darat, dilakukan mulai dari lokasi kejadian sampai dengan kawasan Pura Uluwatu. Hariadi menambahkan, untuk luas area penyisiran, dilakukan di perairan 16,84 Nm2.

Sedangkan, Jumlah seluruh personil yang diturunkan, dari Basarnas sebanyak 11 orang. Dalam hal ini, adapun Unsur SAR yang terlibat yakni Balawista 4 orang dan SAR Samapta Polda Bali 6 orang. “Hingga sore kemarin, pencarian masih terus dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Siarhei Barbushyn diduga terjatuh dari atas tebing, Tanjung Mebulu, Pacatu, Kuta Selatan pada Minggu (27/10) sore. Siarhei yang sebelumnya datang ke lokasi seorang diri, diduga terpeleset dan terjatuh ke bawah tebing setinggi 130 m.

Diperkirakan lokasi terjatuhnya korban berada pada 8°50’17.17″S – 115° 5’20.00″E. Di lokasi tersebut, juga ditemukan sebuah mobil dengan nopol DK 1468 UX. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.