Penyerahan bantuan alat tangkap ikan kepada perwakilan KUB nelayan di Kabupaten Tabanan. (BP/ist)

TABANAN, BALIPOST.com – Delapan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan mendapatkan bantuan hibah alat tangkap ikan ramah lingkungan dari Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Tabanan, Selasa (15/10) lalu. Bantuan yang diterima terdiri atas 80 buah jaring dan 24 set pancing dengan nilai kontrak pengadaan Rp 183,5 juta yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2019.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan A.A. Ngurah Raka Icwara saat dimintai konfirmasinya, Rabu (16/10), mengatakan, program pemberian bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan merupakan salah satu wujud kepedulian Pemkab Tabanan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produksi dan pendapatan nelayan serta memotivasi nelayan lainnya untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan agar ekosistem laut lestari.

Ia juga berpesan agar para nelayan dalam melakukan aktivitasnya di laut selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Selain itu, selalu melakukan penangkapan ikan dengan cara dan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Delapan KUB nelayan yang mendapatkan bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan yaitu Sari Merta Segara, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Darma Murti, Darma Murti III (Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Merta Sedana (Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan), Segara Taman II (Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur), Sari Soka Segara (Desa Antap, Kecamatan Selemadeg), Bakti Rahayu (Desa Antap, Kecamatan Selemadeg), dan Balian Segara (Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat). Masing-masing mendapat 10 jaring dan 3 set pancing.

Baca juga:  Masyarakat Diedukasi Keselamatan dan Keamanan Penerbangan

Menurut Kabid Pemberdayaan Nelayan I Gede Bogorada, program bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan ini merupakan hasil dari penjaringan usulan serta ide dan gagasan masyarakat melalui forum musdes dan muscam di masing-masing wilayah tahun sebelumnya. Masukan itu kemudian disaring dan diverifikasi serta diusulkan dalam rencana kerja Dinas Perikanan tahun 2019 dengan tetap memperhatikan skala prioritas kegiatan dan anggaran yang tersedia.

Gede Bogorada berharap KUB nelayan yang belum menerima bantuan agar bersabar karena akan tetap diusulkan pada tahun-tahun mendatang. (Dewi Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.