DENPASAR, BALIPOST.com – Tari Amertha Sri Bhumi dari Sanggar Seni Pancer Langiit membuka acara hiburan rakyat serangkaian HUT Ke-71 Bali Post di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (31/8) malam. Tak hanya dipadati ribuan penonton, acara ini juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster.

Didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, Gubernur Koster menyerahkan penghargaan untuk guru dan siswa yang menjadi pemenang dalam pemilihan Siswa Ajeg Bali dan Guru Ajeg Bali 2019 atas inisiasi Kelompok Media Bali Post. Selain itu, Gubernur Koster juga menandatangani prasasti “Dirgayusa 71 Tahun Bali Post Nangun Sat Kerthi Loka Bali Mewujudkan Bali Era Baru”.

“Saya mengikuti perkembangan Bali Post sejak lama dalam kesejarahannya serta kontribusinya dalam rangka ikut serta berpartisipasi membangun Bali,” ujar mantan anggota DPR RI ini saat mengawali sambutannya.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menandatangani prasasti saat puncak HUT Bali Post ke-71. (BP/edi)

Koster menyebut Bali Post sangat kental dengan jiwa nasionalisme, kebangsaan, dan “merah putih” untuk Indonesia. Spirit itu terus disuarakan oleh Bali Post, terutama setelah dipimpin Satria Naradha sebagai penerus dari sang perintis, alm. Ketut Nadha.

Apalagi kemudian, Bali Post juga dilengkapi dengan kehadiran Bali TV. “Kontribusi dan keberpihakannya sangat nyata terhadap keberadaan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya Bali, yang sangat kental dengan taglinenya Ajeg Bali,” imbuh pria yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Pimpinan Bali Post, Satria Naradha berfoto bersama Guru Ajeg Bali dan Siswa Ajeg Bali. (BP/edi)

Menurut Koster, Ajeg Bali yang digaungkan oleh Satria Naradha sekarang sudah menjadi suara masyarakat Bali. Bahkan turut menginspirasinya dalam membangun fundamental kebudayaan Bali. Terlebih dari penilaiannya, Pulau Dewata sebetulnya sudah mengalami kemerosotan, degradasi, dan penurunan kualitas dalam berbagai bidang termasuk budaya.

Baca juga:  ATM di Jatiluwih Dibobol Maling

“Ajeg Bali menjadi salah satu inspirasi saya di dalam membangun adat istiadat, tradisi, seni dan budaya Bali,” jelasnya.

Koster menambahkan, masyarakat tanpa disadari terlalu asyik dan nyaman sehingga menjadi tidak kritis terhadap persoalan dasar dan tantangan yang dihadapi di Bali. Itu sebabnya, ketika mencanangkan maju sebagai calon gubernur Bali pada Pilgub 2018 lalu, ia lantas menyusun visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Visi itu dijabarkan dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala.

Mewujudkan Bali Era Baru yakni menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno (Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan) melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Rumusan visi ini saya susun langsung sendiri, yang saya rancang setelah membaca dokumen tentang sejarah peradaban manusia dan budaya Bali, yang diwariskan oleh para leluhur kita. Inilah yang menjadi filosofi membangun Bali, menata secara fundamental dan komprehensif mengenai pembangunan Bali,” jelasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.