Kelompok hiu karang terlihat di kawasan Pantai Nusa Dua, Kamis (22/8). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemunculan hiu karang sirip hitam atau black tip reef shark di kawasan Pantai Nusa Dua, Badung, sejak beberapa hari terakhir, menjadi tontonan wisatawan. Bahkan, ada wisatawan yang berusaha mengabadikan gambar dengan berenang bersama, karena dipastikan jenis hiu ini tidak membahayakan.

Pantauan di lokasi, Kamis (22/8), hampir ratusan hiu karang bergerombol di sekitar Pantai Nusa Dua. Kelompok hiu ini berpindah-pindah mengikuti pasang surut air. Meski demikian, hiu ini berenang sampai di pinggir pantai.

Menurut Ngurah Tony selaku pemandu wisata setempat, kemunculan hiu ini sudah sejak enam hari lalu. Fenomena ini biasa dilihatnya setiap Juni, Juli, dan Agustus. Kemunculan hiu ini biasanya mulai pukul 11.00 Wita saat air laut mulai pasang. Jumlahnya merupakan yang terbanyak dibandingkan sebelumnya. “Pas airnya naik sekitar pukul 11.00, ikannya mulai datang. Ada sekitar 100 ekor ikan,” ungkapnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir. I Made Sudarsana, M.Si., mengimbau masyarakat agar tidak khawatir. Keberadaan hiu karang ini tidak membahayakan dan tidak agresif. Ini merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Nusa Dua. Saat masyarakat turun berenang, hiu itu lari. “Banyak wisatawan yang sedang menikmati pantai, tidak merasa terganggu dan khawatir,” katanya.

Baca juga:  Minimalisasi Kebakaran, Masyarakat Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa hiu itu tidak membahayakan, melainkan justru bisa menjadi suguhan yang menarik. “Memang gerombolannya selalu ada di sini, namun pergerakannya menjauhi manusia. Kami sempat khawatir kalau hiu ini ganas, tapi kami tegaskan tidak berbahaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional ITDC Nusa Dua Made Pariwijaya menyampaikan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak ITDC selaku pengelola kawasan rutin melakukan pengawasan. Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak Balawista, tim secutiry, dan Nusa Dua Reef Foundatioan untuk melakukan pengawaaan.

Dikatakannya, kemunculan gerombolan hiu terjadi sewaktu waktu. Beberapa tahun lalu pernah muncul, namun kelompoknya kecil. “Tahun ini kelompoknya banyak,” pungkas Pariwijaya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.