Guna Kakihara (tengah). (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pejudo Bali Guna Kakihara belum mengantongi tiket PON kelas -70 kg. Sementara atlet andalan Bali di kelas ini, Sakura, memutuskan pulang ke Jepang. Oleh karena itu, Guna Kakihara diharapkan lolos ke PON 2020 di Papua, bahkan ditargetkan merebut medali emas.

Wakil Ketua Umum I Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha di Denpasar, Rabu (14/8), mengemukakan, PON mempertandingkan 16 kelas, sedangkan pejudo Bali baru lolos di 12 kelas. Atlet Pulau Dewata yang belum mendapat tiket ke PON pada empat kelas, yakni -70 kg, -63 kg, -45 kg (putri), dan -55 kg (putra).

Sementara pejudo Bali yang sudah pasti tampil di Papua tahun depan yakni Arianta (-60 kg), Sukarya Yasa (-66 kg), Adi Wirawan (-73 kg), Wiradamungga Adesta, Bima Prasetya (-81 kg), Rakyanda (-90 kg), Ganding Kalbu (-100 kg), Adi Suardana, Agastya (100+ kg putra), Cahaya Ningrat (-48 kg), Aprilia Ningsih (-52 kg), Kadek Anny Pandini (-57 kg), Ade Suandewi, dan Fania Farid(-78 kg), Mira Widari (78+ kg putri).

Baca juga:  Api Porprov  Diserahkan, Bupati Suwirta Minta Jadikan Pembangkitan Semangat Ksatria Mahottama

Sudiartha berharap pada kejurnas sekaligus Pra-PON berikutnya, pejudo Bali termasuk Guna Kakihara mampu melaju ke PON. “Masih ada Pomnas di Jakarta pada September, dan Popnas di Papua yang digelar Oktober mendatang. Kami ingin kedua ajang tersebut mengakui poin pejudo hingga meraih tiket PON,” katanya.

Sesuai ketentuan PON, daerah yang meloloskan dua atlet di satu kelas hanya boleh menurunkan satu pejudo. Saat ini pejudo Bali fokus berlatih di Pengkab dan Pengkot PJSI masing–masing sebagai persiapan berlaga pada Porprov Bali yang berlangsung di Tabanan, September nanti. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.