Ilustrasi

DENPASAR, BALIPOST.com – Karyawan Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, dihebohkan penemuan mayat di kamar nomor 8, Senin (5/8) pukul 21.30 Wita. Mayat tersebut tak lain Ni Putu Yuniawati (39). Diduga Yuniawati dibunuh karena dari mulutnya keluar darah segar dan dibekap handuk.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Masih dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan untuk menjawab apakah korban pembunuhan atau meninggal karena sakit,” tegasnya, Selasa (6/8).

Terkait kejadian ini, kata Iptu Yaqin, telah diperiksa dua karyawan penginapan sebagai saksi, yaitu I Wayan Budiarta alias Asep (42) dan Kadek Yuliani (36). Saat diperiksa, Budiarta mengatakan sekitar pukul 18.00 melihat ada mobil Avanza warna putih masuk ke TKP, namun tidak ingat nopolnya. Ia hanya ingat ada stiker Transformer di pintu belakang sebelah kanan mobil.

Baca juga:  Bunga Bangkai Suweg Tumbuh di Gianyar

Sementara Yuliani asal Buleleng menyampaikan, pada pukul 18.00 menerima tamu yaitu korban dengan laki-laki berusia sekitar 40 tahun, perawakan kurus, pakai sandal, baju kaos abu-abu, celana kain abu-abu, lengan kanan penuh tato dan mengendarai mobil Avanza putih. Saat turun dari mobil, laki-laki itu langsung menanyakan kamar. Setelah membayar uang sewa, mereka masuk kamar nomor 8 dan dikunci dari dalam. “Keterangan saksi (Yuliani-red), sekitar pukul 19.30, laki-laki itu keluar kamar langsung naik ke mobil dan keluar dari penginapan menuju arah utara,” ungkapnya.

Oleh karena korban lama tidak keluar kamar, penjaga penginapan mengecek ke dalam pukul 21.30. Yuliani dan Budiarta melihat korban tidur dengan posisi telungkup. Saat tubuh korban dibalik, ternyata mulutnya dibekap dengan handuk. Selain itu, ada darah keluar dari mulut korban. Setelah dipastikan korban meninggal, kejadian ini dilaporkan ke Polresta Denpasar. (Ngurah Kertanegara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.