Seorang warga membeli perlengkapan upakara di salah satu pedagang di Pasar Anyar Sari. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST. com – Rehab Pasar Anyar Sari di Banjar Batukandik, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar, segera dilakukan. Kini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar masih melakukan lelang untuk pengawas, sedangkan lelang fisik sudah rampung.

Kadisperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, Rabu (31/7), mengatakan, saat ini yang membutuhkan waktu lama yakni pada lelang pengawasan. Aturan yang berlaku saat ini, jika lelang pengawas di atas Rp 100 juta, harus ada prakualifikasi. Prakualifikasi baru akan selesai pada minggu kedua September 2019.

Dikatakannya, pengerjaan fisik baru bisa dimulai setelah lelang tersebut. Dipastikan tidak ada kendala, pengerjaan Pasar Anyar Sari dengan 108 blok yang terbakar pada 2018 lalu, bisa diselesaikan dengan baik. “Pasti bisa karena target kami 2019 ini. Jadi, pengerjaan fisik dimulai September 2019 mendatang. Lelang pengerjaan fisik sudah selesai, yang belum hanya pengawas,” ujarnya.

Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar A.A. Ngurah Yuliartha saat diminta konfirmasinya mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum mengetahui kapan tender itu akan selesai. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Disperindag Kota Denpasar sebagai penanggung jawab pembangunan tersebut.

Baca juga:  Sejumlah Ruko Dekat Pasar Anyar Terbakar

Menurutnya, idealnya pembangunan harusnya sudah mulai pada pertengahan Juli 2019. Sebab, waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan selama 150 hari. Mengingat belum ada kepastian pembangunan fisik ini, pihaknya khawatir waktu pembangunan akan mepet, sehingga dapat berpengaruh pada kualitas fisik bangunan.

Dana yang digelontorkan sebesar Rp 4 miliar dan harus selesai tahun 2019 ini. Sudah ada contoh pembangunan Pasar Badung tahap II yang sempat molor, akibatnya penyelesaian fisik tidak total seperti yang ditargetkan. “Jangan sampai terulang lagi, karena ini masalahnya kebutuhan masyarakat yang berjalan di Pasar Anyar Sari. Kami tidak ingin mereka terus komplin. Saat ini kami tetap menunggu jika ada kendala. Tugas kami hanya menyampaikan ke pedagang,” tutur Yuliartha. (Asmara Putra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.