Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa (kiri) menjadi narasumber di Universitas Mahendradatta, Denpasar. (BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gencarnya BNNP Bali melakukan sosialiasi Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ke kampus dan sekolah bukan tanpa alasan. Dari hasil penelitian LIPI bersama Puslidatin BNN tahun 2018, pelajar/mahasiswa yang menjadi pecandu narkoba sebanyak 5.318 orang, dan  60 persen orang Bali asli.

Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat  menjadi narasumber kegiatan Program Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Kamis (20/6).

Dalam pemaparannya, Brigjen Suastawa menjelaskan tentang lima tantangan generasi milenial yaitu lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta terakhir lingkungan alam yang semakin rusak. “Mahasiswa jangan mudah dirayu untuk menggunakan narkoba. Say no for drugs, 10% susunan saraf pusat seseorang akan rusak,” ungkapnya.

Sementara peran generasi muda dalam P4GN yaitu dalam bentuk melakukan pengembangan potensi diri, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba, aktif, inovatif dalam berkarya, berjiwa mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat yang luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif.

Baca juga:  Jalan Nasional di Jembrana Banyak Rusak, Penyelenggara Jalan Diingatkan Ancaman Pidana

Menurut mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, penyalahgunaan narkoba  di Bali khususnya jumlah pecandunya tahun 2018 sebanyak 31.178 orang berstatus pekerja. Sementara 5.318 orang pelajar/mahasiswa, 60 persen di antaranya adalah orang Bali asli.

Dijelaskannya, ada 800 narkotika jenis baru di dunia, 71 jenis telah masuk ke Indonesia, dan baru 68 jenis yang telah diatur dalam Permenkes Tahun 2018.  “Untuk mewujudkan peran penting ini, dituntut usaha bersama BNN dengan melibatkan kampus dan mahasiswa sebagai calon generasi penerus bangsa,” ujar Suastawa.

Di akhir sesi diberikan testimoni oleh konselor BNNP Bali yang merupakan mantan pecandu dan telah hidup bersih. Maksud testimoni ini adalah memberikan informasi bagaimana bahaya narkoba di kehidupan masyarakat. (Ngurah Kertanegara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.