Ilustrasi. (BP/Dokumen Swara Tunaiku)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gaya hidup semakin berkembang dan menjadi perhatian khusus, terutama dalam lingkup masyarakat urban. Poin utamanya yaitu dalam hal kesehatan dan penyakit yang rawan menghampiri. Aktivitas yang padat, polusi udara yang parah, serta pilihan makanan instan yang kurang sehat menjadi penyumbang terbesar dari mudahnya masyarakat urban terjangkit penyakit.

Hal tersebut semakin nyata tanpa dibarengi olahraga serta aktivitas yang menyeimbangkan pola hidup sehat. Berkaitan dengan hal ini, banyak tawaran yang pas sebagai solusi. Dimulai dari munculnya produk kesehatan dan makanan, kini sudah banyak komunitas tertentu yang mengajak hidup sehat.

Sebagai contoh, komunitas sepeda banyak terbentuk sampai tren berbagai metode diet untuk menjadikan tubuh sehat. Jika kamu tertarik dengan kondisi tersebut, solusi tersebut dapat dikembangkan menjadi bisnis. Peluangnya yang besar akan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Kamu dapat menekuni bisnis makanan sehat dan organik.

1. Mengenali Proses Bisnis Makanan Sehat dan Organik

Bagaimana kira-kira prospek bisnis makanan sehat dan organik? Jika masih ragu untuk membuka bisnis tersebut karena takut akan sepi peminat, mungkin perlu melakukan observasi terlebih dahulu terhadap bisnis di bidang yang sama. Dilansir dari Swara Tunaiku, kamu dapat mengobservasi Clubsehat, Zerojunkfood, Nourish Indonesia, serta beberapa ecommerce penyedia makanan organik yang sehat.

Tak hanya itu, banyak kafe di Jakarta yang sudah menawarkan aneka makanan sehat dan organik, misalnya Beets & Bouts, Burgreens, Mapple & Oak, dan masih banyak lagi. Para pelaku bisnis tersebut sudah membuktikan jika bisnis makanan sehat organik ini disambut baik oleh masyarakat, terlebih di era milenial yang masyarakatnya membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk tubuh.

Akan tetapi, jika kamu sudah yakin berbisnis makanan sehat organik ini, harus serius dalam menjalaninya. Kamu harus memperhitungkan semua hal, mulai dari modal, karyawan, supplier bahan makanan organik, hingga keuntungan sekaligus risikonya.

Baca juga:  Danau Batur Mulai Normal, Petani Ikan Belum Berani Beraktivitas di KJA

Perhitungan ini dilakukan dengan perencanaan sebelum membuka bisnis. Tujuannya agar sistem manajemennya sistematis.

Sistem manajerial di semua lini produksi tentu sangat mendukung kesuksesan bisnis. Kamu dapat menghitung alokasi dana dari modal bisnis yang dimiliki. Penentuan gaji karyawan juga harus diperhitungkan. Kamu juga sangat perlu mengamati potensi pasar secara berkelanjutan demi menghasilkan produk makanan sehat dan organik yang unggul.

Berbagai inovasi yang diterapkan juga berpotensi meningkatkan potensi bisnis makanan sehat. Bisnis ini membuka peluang masyarakat untuk hidup sehat di tengah zaman yang serba modern. Makanan sehat tersebut bisa divariasikan dengan penyediaan aneka menu menarik untuk pelanggan.

2. Tantangan Harga Bersaing

Seperti yang diketahui bersama bahwa bahan makanan organik memang lebih sulit diperoleh. Harganya juga relatif lebih mahal. Karenanya, kamu harus selalu siap dalam mengelola anggaran belanja serta penetapan harga jual makanan.

Penetapan harga jual diharapkan sesuai dengan kualitas dan tidak jauh dari harga pasar. Akan tetapi, jika kamu bisa menaikkan branding perusahaan, semakin banyak orang tertarik membeli produkmu.

Risiko berupa kemungkinan terburuk bisnis ini adalah ketika mendapatkan bahan jelek ataupun stok makanan yang tidak habis dalam satu hari. Risiko ini harus diatasi.

Tips dan trik untuk mengelola bisnis makanan sehat organik ini sangat diperlukan. Kamu bisa membaca berbagai saran dalam pengelolaan bisnis makanan. Banyak bisnis kuliner yang dapat dijadikan teladan.

Setelah membaca berbagai ulasan lengkap tentang bisnis makanan sehat organik ini, sudahkah kamu tertarik? Bisnis tersebut mampu mendukung pola hidup sehat masyarakat, terutama yang berada di perkotaan dengan gaya hidup yang serba mewah dan instan. Kamu bisa melakukan promosi yang menarik dan komunikatif demi meningkatkan penjualan produk. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.