Kapal di Selat Bali yang melayani penyeberangan dari Bali ke Banyuwangi. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Pada arus mudik tahun ini, penyeberangan Selat Bali (Ketapang-Gilimanuk) akan dibantu dengan armada kapal penumpang dengan kapasitas lebih banyak (kapal jumbo). Rencananya KMP Drajat Paciran milik PT ASDP Indonesia Ferry berbobot 2.940 GT akan didatangkan untuk melayani penyeberangan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapal jumbo yang memiliki kapasitas angkut lebih banyak dibanding KMP lainnya di penyeberangan Selat Bali ini diharapkan bisa mengurangi antrean ketika arus puncak di Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang.

GM ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni, dikonfirmasi Jumat (17/5), mengatakan dari hasil rapat koordinasi lintas-instansi belum lama ini muncul usulan untuk mendatangkan kapal jumbo itu. Berkaca pada pengalaman pada tahun sebelumnya, meskipun menyita cukup banyak waktu untuk bersandar di dermaga, namun dengan kapasitas yang lebih banyak mampu mengurangi antrean khususnya sepeda motor dan mobil pribadi.

“Sudah kita usulkan dan ada sinyal bisa didatangkan. Kami masih menunggu, yang pasti KMP Drajat Paciran. Seperti tahun lalu,”  tandas Fahmi.

Baca juga:  Musim Mudik Lebaran, Terminal Ubung Optimalkan Bus Sarbagita

Meskipun ada bantuan kapal, namun menurutnya kapal yang beroperasi tetap 32 unit. Saat ini di penyeberangan Selat Bali ada 56 kapal yang siap melayani.

Tetapi dengan panjang lintasan dan kepadatan arus penyeberangan, maksimal kapal yang beroperasi 32 unit. Sedangkan terkait dermaga, menurutnya, saat ini ada satu dermaga yang dikejar perbaikannya karena sempat rusak di Pelabuhan Ketapang. “Sekarang sudah selesai, sehingga jumlah dermaga tetap seperti biasa. Di Ketapang dan Gilimanuk tujuh dermaga,” tambahnya.

KMP Drajat Paciran merupakan kapal buatan 2015 dan bisa menampung lebih banyak kendaraan. Kapal ini hanya bisa bersandar di dermaga MB saja.

Kapal ini bisa menampung hingga 350 penumpang dan 43 unit kendaraan campuran. Seperti pada arus mudik tahun sebelumnya, kapal ini tidak setiap hari dioperasikan, hanya saat situasi padat dan selama angkutan lebaran saja. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.