Petugas mengatur antrean kendaraan yang akan memasuki kapal saat hujan deras di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (17/3/2026). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pergerakan penumpang dan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Bali menunjukkan dinamika yang cukup tajam, terutama di Pelabuhan Gilimanuk. Sementara itu, Pelabuhan Padangbai mencatat pergerakan yang lebih stabil dengan volume yang jauh lebih kecil.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik di Gilimanuk terjadi pada H-5 (15 Maret 2026) dengan jumlah penumpang keluar Bali mencapai 87.200 orang. Lonjakan ini menjadi indikasi kuat tingginya mobilitas masyarakat menuju Pulau Jawa menjelang Hari Raya.

Baca juga:  Pemudik Keluhkan Manifest Bayar dan Minim Toilet

Sebaliknya, puncak arus balik terjadi pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 60.707 penumpang masuk Bali, menandai kembalinya aktivitas masyarakat pascalibur Lebaran.

“Pergerakan ini masih didominasi melalui Gilimanuk karena menjadi jalur utama penghubung Bali–Jawa. Pola puncaknya juga relatif konsisten setiap tahun,” ujar Mudarta, Selasa (31/3).

Secara kumulatif, total penumpang melalui Gilimanuk selama periode H-7 hingga H+8 mencapai, masuk Bali 568.006 orang dan keluar Bali 702.162 orang.

Tak hanya penumpang, pergerakan kendaraan juga menunjukkan tren serupa. Total kendaraan yang keluar Bali melalui Gilimanuk tercatat 196.385 unit, lebih tinggi dibandingkan kendaraan masuk Bali sebanyak 146.600 unit.

Baca juga:  Pemudik Idul Adha Berdatangan, Razia Digelar di Gilimanuk

Sementara itu, di Pelabuhan Padangbai, arus pergerakan cenderung lebih landai. Puncak arus mudik terjadi pada H-3 dengan 9.550 penumpang keluar Bali, sedangkan arus balik tertinggi terjadi pada H+3 dengan sekitar 6.885 penumpang masuk Bali.

Total kumulatif di Padangbai tercatat Masuk Bali 60.478 penumpang dan keluar Bali 73.880 penumpang. Untuk kendaraan, jumlah total yang keluar Bali melalui Padangbai mencapai 27.216 unit, sementara kendaraan masuk Bali sebanyak 19.003 unit.

Baca juga:  Ratusan Keranjang Dus Anak Ayam Ras Ditahan Polisi di Gilimanuk

Mudarta menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pola pergerakan ini guna meningkatkan manajemen lalu lintas dan pelayanan penyeberangan ke depan.

“Kami akan perkuat koordinasi lintas sektor, termasuk optimalisasi sistem antrean dan rekayasa lalu lintas, agar arus mudik dan balik berikutnya bisa lebih lancar,” tegasnya.

Dengan pola yang kembali normal pascapandemi, Bali menunjukkan peningkatan mobilitas yang signifikan, sekaligus menjadi indikator pemulihan aktivitas masyarakat dan sektor transportasi secara keseluruhan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN