SINGARAJA, BALIPOST.com – Peristiwa kebakaran mengejutkan warga Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu Minggu (5/5). Rumah milik Luh Suparmi (73) warga Banjar Dinas Kaja, Desa Busungbiu, Kecamatan Busung Biu terbakar.

Rumah itu terbakar saat ditinggal pemiliknya menginap di rumah kerabatnya di Kota Singaraja. Informasi dikumpulkan di lapangan, peritiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.

Kebakaran pertama kali diketahui saksi Nyoman Club (55) dan Nyoman Gogok (45), warga setempat. Keduanya secara tiba-tiba melihat ada percikan di belakang rumah berukuran 10 kali 12 meter persegi itu. Api dengan cepat membesar membakar perlengkapan rumah tangga dan bangunan rumah hingga menyisakan puing kebakaran.

Bahkan, api nyaris merembet ke bangunan lain yang dekat dengan lokasi kejadian. Saat itu, saksi menghubungi pemilik rumah dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Buleleng.

Tidak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Seririt. Sekitar 2,5 jam kemudian api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK membenarkan telah terjadi kebakaran itu. AKP Dwi Wirawan mengatakan, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya menginap di rumah kerabatnya di Singaraja yang sehari-hari menjabat Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Korban meningalkan rumahnya Kamis (2/5) dengan menumpang ojek.

Baca juga:  Sudah Dipastikan, Penyebab Kebakaran yang Hanguskan Sejumlah Bangunan Villa dan Pura di Labuan Sait

Sebelum meninggalkan rumah, korban sempat membersihkan sisa nasi yang dimasak menggunakan alat penanak nasi listrik. Setelah itu, korban meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong. “Tadi pagi, korban mendapat kabar rumahnya terbakar,” katanya.

Menurut AKP Dwi Wirawan, dari keterangan korban, saksi dan pemeriksaan di lapangan, pihaknya menduga kalau percikan api terjadi karena hubungan arus pendek listrik dari kabel yang tersambung ke alat memasak nasi di dapur. Diduga, alat masak itu dalam keadaan kosong dibiarkan masih tersambung listrik. “Penyebab pasti harus ada penyelidikan lab forensik, tapi korban tidak berkenan kita datangkan labfor, sehingga kasus ini belum bisa dipastikan penyebab kebakarannya,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.