AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan prosesi upacara Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem kasineb, pada Jumat (12/4). Dalam upacara penyinebaban, ribuan pamedek yang mengikuti ritual itu diguyur hujan lebat.

Meski hujan lebat, ritual berlangsunh khusyuk. Penutupan upacara yang digelar selama sebulan itu berlangsung lancar.

Dalam upacara itu hadir Wakil Gubernur BaliTjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, bupati se-Bali dan OPD di seluruh Kabupaten/kota. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha mengatakan, sebelum pelaksanaan upacara panyineban serangkain prosesi Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh, lebih dulu dilaksanakan upacara nunas tirta panglebar di Pura Dalem Puri pada pukul 10.00 Wita. “Setelah nunas Tirta Panglebar baru dilanjutkan upacara Nyineb yang dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih,” ungkapnya.

Widiartha mengatakan, setelah selesai melakukan upacara bersama dan nunas tirta, dilanjutkan dengan nedunang Ida Batara dari pesamuhan Agung menuju ke pasineban suang-suang (sendiri-sendiri). Setelah itu, artinya rangkaian karya telah berakhir.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tirta panglebar dapat diperoleh oleh krama atau masing-masing perwakilan kecamatan maupun desa. Selanjutnya, tirta dapat dibagikan kepada krama di desa masing-masing untuk nantinya dipercikkan di setra masing-masing.

Baca juga:  Berkibar di Pantai Bias Putih, Bendera Palu-Arit Gegerkan Warga

“Tirta baru dapat dipercikakan ke serta masing-masing setelah upacara nyineb selesai. Setelah itu, tirta baru bisa di percikkan ke masing-masing serta untuk membuka sengker sertra (kuburan, red). Dengan dibukanya penyengker setra, itu artinya setiap desa sudah kembali dapat melaksanakan upacara pengabenan,” tegas Widiartha.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda  Oka Artha Ardana Sukawati atau yang akrab di sapa Cok Ace itu mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kabupaten/kota se-Bali yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan karya ini. Mulai dari ayah-ayah selama pelaksaan karya termasuk aturan bakti pengayar dari masing-masing kabupaten.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada umat hindu sudah ngaturang bakti ke masing-masing pura pedarman dan Pura Penataran Agung. Sehingga pelaksanaan karya telah berjalan dengan lancar. Ini artinya antusias karma untuk ngrastiti bakti majeng ida batara sangat tinggi. Jadi, srada bakti ini jangan sampai putus,” ujar Cok Ace. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.