Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Mayat seorang mahasiswi universitas negeri di Buleleng ditemukan di kamar kosnya. Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) asal Desa Senganan, Penebel, Tabanan ini ditemukan dalam kondisi muka bengkak dan kulit sudah mengepas.

Diduga, korban meninggal dunia dengan cara tidak wajar lebih dari dua hari. Informasi dikumpulkan di lapangan, korban diketahui tidak pernah ke luar dari kamar kos sejak empat hari.

Sedangkan, sepeda motor milik korban DK 2495 HC terparkir di halaman rumah kos. Teman kosnya kemudian penasaran dengan kondisi korban yang menghilang begitu saja.

Temannya menghubungi korban melalui nomor WhatsApp. Hanya saja, saksi merasa aneh karena pesan itu dijawab oleh orang lain.

Penarasan dengan kondisi itu, pada Selasa (9/4), Meli dan rekan kosnya kemudian berusaha mencari, namun korban tidak ditemukan. Dia kemudian kembali mendatangi kamar kos korban sekitar pukul 13.00 Wita.

Meli dan temanya tiba-tiba mencium bau tidak sedap menyebar dari dalam kamar kos. Bau itu semakin menyengat ketika dia mencoba mengintip dari jendela dan sembari mengambil kunci pintu lewat jendela kamar.

Baca juga:  Pengacara Corby, Haposan Sihombing Tutup Usia

Setelah berhasil membuka pintu kamar, Meli terkejut menemukan korban tergelatak dan tidak bernyawa. Dia panik dan berteriak “ada mayat”, sehingga penghuni kos dan warga di sekitar rame mendatangi lokasi kejadian.

Tidak berselang lama, polisi yang menerima laporan penemuan mayat itu tiba di lokasi kejadian. Setelah mengamankan lokasi kejadian, polisi melakukan pemeriksaan terhadap mayat.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, mayat kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian untuk menjalani pemeriksaan luar di ruang jenazah RSUD Buleleng. Hasil pemeriksaan luar, korban diduga meninggal lebih dari dua hari.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan korban diduga meninggal dengan cara tidak wajar dan mengalami kekerasan fisik. Aparat berhasil menemukan identitas terduga pelaku yang bertangung jawab atas kematian korban. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.