Longsor terjadi di sejumlah titik kecamatan Pupuan pasca hujan deras yang mengguyur Sabtu malam. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan, Sabtu (24/3) malam mengakibatkan bencana longsor. Sedikitnya ada tiga titik longsor terjadi di kecamatan Pupuan. Meski tidak sampai ada korban jiwa, namun material longsor sempat menutup sebagian akses jalan Pupuan – Seririt tepatnya banjar dinas Bantiran Kelod desa Bantiran Kecamatan Pupuan.

Kapolsek Pupuan, AKP IB Mahendra mengatakan, pada sabtu malam terjadi dua longsor di lokasi berbeda, yakni longsor tebing di perbatasan Kecamatan Pupuan dengan Kecamatan Busungbiu. Diperkirakan longsor terjadi pukul 19.00 wita, dan menyebabkan material menutup setengah badan jalan. Proses evakuasi material longsor pun telah dilaksanakan baik oleh petugas TRC BPBD Tabanan, pihak kepolisian dan TNI serta warga setempat.

“Saat ini sudah bisa dilintasi oleh kendaraan, namun tetap dihimbau untuk terus waspada dan lebih berhati-hati saat melintas,” ucapnya.

Tidak hanya longsor tebing, kejadian longsor juga menimpa belakang dapur milik warga bernama I Ketut Suantika alias Pan Bayu banjar dinas Temu Sari, desa Bantiran. Kejadian ini diketahui Minggu (24/3) pukul 05.00 Wita, dan diperkirakan longsor terjadi Sabtu malam pukul 23.00 wita. “Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 20 juta,” ucap AKP Mahendra, Minggu (24/3).

Begitupun bangunan dapur dan kamar mandi semi permanen milik I Ketut Mantra (76) banjar Dinas Sasaan Desa Bantiran Kecamatan Pupuan juga tergerus longsor pada Minggu (24/3) pukul 05.00 wita. Kejadian ini pertama kali dilihat oleh Ni Made Niasih anak dari pemilik rumah. Dimana total kerugian mencapai Rp 100 juta.

Baca juga:  Saluran Irigasi Subak Sanggulan Tertimbun Longsor 

Terkait bencana longsor yang terjadi Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, kecamatan Pupuan memang masuk dalam pemetaan zona rawan longsor. Ini dikarenakan kondisi topografi yang ada di wilayah tersebut memang berbukit. Dan longsor, lanjut kata Trisna sebenarnya semua kecamatan di Kabupaten Tabanan memiliki potensi yang sama, hanya saja memang ada 4 kecamatan memiliki kapasitas lebih besar yakni Pupuan, Selemadeg, Penebel dan Baturiti.

Terkait empat kecamatan yang masuk dalam zona rawan longsor tersebut dikatakannya tidak ada pengawasan khusus. Hanya saja BPBD memiliki relawan yang tersebar di semua kecamatan.

“Semua kecamatan punya relawan baik yang direkrut sendiri dan dilatih masing-masing dua orang disamping itu kecamatan Pupuan ada 15 orang relawan di tiap desa yang dilatih oleh kecamatan bersama BPBD,” ucapnya.

Begitupun petugas tanggap bencana (tagana) yang sudah tersebar di semua kecamatan dibawan naungan dinas sosial. Serta tim reaksi cepat dan ruang pusat pengendalian oprasional. Termasuk kordinasi dengan muspika terkait informasi kejadian di masing-masing wilayahnya. “Jadi jika ada laporan, langsung kita tindaklanjuti penanganannya,” pungkasnya.

Dan terkait kondisi cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini, pihaknya tetap menghimbau agar pengguna jalan dan masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dengan kemungkinan adanya bencana. “Jika memang hujan dengan intensitas tinggi disertai angin, lebih baik mencari tempat yang aman dulu jangan melanjutkan perjalanan, sembari menunggu cuaca kembali membaik,” sarannya. (Puspawati/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.