MANGUPURA, BALIPOST.com – Sweeping di LP Kerobokan, Jumat (1/3) berlangsung pukul 18.00- 20.30 Wita, melibatkan petugas gabungan. Mereka dari Polda Bali, Polresta Denpasar, Polres Badung, Kodim 1611/Badung, BNNP Bali, BNNK Badung, Satgas Kanwil Hukum dan HAM serta sipir lapas, berjumlah 902 orang.

Menurut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali, Selamet Prihantoro, didampingi Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Rudi Setiawan, ditemukan 14 HP, satu televisi, satu DVD, enam gunting, delapan alat kerja, dua rice cooker, satu power bank, lima bong dan dua buku tabungan BCA.

“Penggeledahan ini merupakan inisiasi bersama dan beraksi bersama. Kapasitas Lapas Kerobokan sampai saat ini masih 332 orang, sementara penghuninya sekarang 1.635 orang. Sikahkan hitung sendiri berapa over kapasitasnya,” kata Prihantoro yang akrab dipanggil Toro ini.

Adapun yang digeledah  seluruh wisma yang ada di LP beralamat di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Kerobokan ini. Rinciannya yang dirazia yaitu 122 kamar dari 15 blok hunian.

Baca juga:  Ibu Rumah Tangga Ditangkap Simpan SS

Di luar blok juga digeledah seperti dapur dan wisma rehabilitasi. Terkait penemuan bong ini, lanjut Toro, akan diteliti  lebih lanjut. Hanya bongnya ditemukan, sedangkan temannya (sabu-sabu) tidak ada.

Pihaknya minta kepolisian untuk menganalisa supaya tidak ada dusta diantara kita. “Inilah keterbukaan Lapas Kerobokan. Kami juga mohon supportnya. Sesuai perintah pimpinan harus memberikan pelayanan maksimal kepada mayarkaat,” tegasnya.

Saat ditanya lokasi ditemukan bong tersebut, kata Toro, di Wisma GWK dan Taman Ayun (tahanan kasus narkoba). “Saya ditunjuk sebagai koordinator kegiatan penggeledahan Lapas Kerobokan. Sedangkan wakilnya yaitu Kapolres Badung (AKBP Yudith),” tegas Kapolresta Kombes Ruddi.

Dia mendukung kegiatan tersebut untuk menekan peredaran narkoba. Terkait hasil penggeledahan diantaranya ada bong, menurut Ruddi, di lapas tidak ada narkobanya.

“Namun kami tetap monitor karena dari tangkapan pelaku narkoba mengaku dapat barang dari lapas. Mungkin saat ambil narkoba di luar (lapas), tapi komunikasinya lewat lewat telepon. Buktinya banyak ditemukan HP,” ujar Ruddi. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.