Cantiasa saat menjabat sebagai Danrem Wira Satya. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah satu putra terbaik Bali menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Dia adalah Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa, SE. Mayjen Nyoman Cantiasa menggantikan Mayjen TNI Eko Margiyono yang akan menjadi Pangdam Jaya.

Sebelum mendapat kepercayaan sebagai Danjen Kopassus, Cantiasa pernah menjabat sebagai Danrem 163/Wira Satya. Ia kemudian dipercaya menjadi Danrem 173/Praja Vira Braja  (Pvb) bermarkas di Biak, Papua. Korem tersebut termasuk tipe A dan Danremnya berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.

Cantiasa menjabat Danrem 163/Wira Satya sejak 14 Agustus 2015. Baru beberapa minggu menjabat, ia menghadapi kasus luar biasa yaitu bentrok ormas di LP Kerobokan dan rangkaian kejadian terkait kasus tersebut.

Dengan ketegasannya, bersama kepolisian, ia berusaha meredam gejolak antar ormas yang bisa berakibat fatal yaitu menganggu keamanan dan kenyamanan Bali. “Kejadian itu paling terkesan dan mungkin tidak terlupakan bagi saya. Benar-benar membuat saya kaget karena tidak pernah terbayang Bali sekarang beda dengan yang dulu, terutama soal prilaku nyama Bali,” tegas  lulusan terbaik Akademi Militer Angkatan 1990 ini.

Ia bersyukur berkat kerja keras, sinergitas dan soliditas TNI, Polri, Pemda, tokoh agama, masyarakat, adat dan stakeholder di Bali, situasi Pulau Dewata ini bisa kembali aman dan kondusif. Bahkan menjelang akhir jabatannya, ikut terlibat mengamankan Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz al-Saud beserta rombongan  liburan di Bali.

Cantiasa lahir di Buleleng, Bali, 26 Juni 1967. Ia merupakan anak ketiga pasangan I Nengah Tinggen-Ni Ketut Mari. Ayahnya guru yang juga penekun sastra dan pengarang buku Bahasa Bali.

Sejak kecil Cantiasa sering melihat orang berseragam militer karena rumahnya di Singaraja dekat dengan Polres Buleleng dan Kodim Buleleng. Ia pun bercita-cita menjadi tentara.

Tamat SMAN 1 Singaraja tahun 1986, ia lolos Akademi Militer. “Ada tiga hal yang membuat saya memilih dunia militer. Pertama karena memang cita-cita. Kedua, paman saya (alm. Wayan Sada, anak buah I Gusti Ngurah Rai) merupakan inspirator. Pada masa perang, tugasnya sebagai tim khusus I Gusti Ngurah Rai bagian utara yaitu Buleleng untuk mematikan atau memotong aliran listrik, telepon penjajah. Ini adalah kemampuan langka dan khusus pada masa perang. Ayah banyak bercerita tentang paman saya ini. Ketiga, lingkungan saya dekat dengan orang-orang berseragam. Ada kebanggaan jika bisa memakai seragam militer,” ungkap Cantiasa yang sangat suka kolak dan pisang goreng buatan ibunya ini.

Baca juga:  Angin Munson Barat, Sampah Kiriman di Pantai Barat Badung Capai 10 Ribuan Ton

Sang ayah memang merestui ketika Cantiasa berniat masuk dunia militer. Tetapi, ibunya sempat ragu-ragu. Setelah diberi pemahaman dan diyakinkan bahwa terjun di dunia militer merupakan tugas mulia, akhirnya sang ibu merestui.

Cantiasa masuk Akmil tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat lulus, ia meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama langsung dari Presiden RI Soeharto.

Penghargaan ini diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing matra dengan melihat kecakapan akademik, kepribadian, dan fisik. “Saya punya prinsip, kalau kita berpikir akan menang, sebenarnya kita sudah menang. Sebaliknya, kalau kita berpikir akan kalah, sebenarnya kita sudah kalah. Begitu masuk jadi tentara saya menanamkan pada diri sendiri akan melakukan yang terbaik dengan giat belajar dan giat berlatih,” tegas saudara kandung I Gede Cantika yang saat ini berdinas di Polisi Kehutanan, Ni Made Cantiari yang bertugas di Pemda Buleleng, Ketut Cantiana di Dinas Pertanian, dan Putu Cantiawan yang menjadi pilot di salah satu maskapai penerbangan.

Selama di TNI, berbagai posisi pernah diembannya. Ia cukup lama bertugas di Kopassus. Selama berkarir ia pernah menjabat sebagai Dan Unit Den 81 Gultor/Kopassus, Wadan Sub Tim 2 Den 81 Gultor/Kopassus, Dantim Den 81 Gultor/Kopassus, dan Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha/Kopassus.

Ia juga pernah menjabat Danseko Pusdikpassus dan Dansepara Pusdikpassus. Saat pangkatnya Letnan Kolonel, ia menjabat sebagai Dandenma Kopassus, Waasintel Danjen Kopassus, dan Dansat-81/Kopassus (2010).

Ketika pangkat Kolonel, Cantiasa pernah menjabat sebagai Danpusdikpassus (2012), Pamen Ahli Bid. Taktik Khusus Gultor Danjen Kopassus (2013), Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI) (2014), Danmentar Akmil (2015), dan Danrem 163/Wirasatya (2015).

Berpangkat Brigadir Jenderal, ia menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja (2017) dan Kasdam XVII/Cenderawasih (2017). Ia kemudian naik pangkat jadi Mayor Jenderal dan mendapat kepercayaan sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI (2018) dan akhirnya diangkat sebagai Danjen Kopassus (2019) dengan pangkat Mayor Jenderal. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.