Sampah plastik menjadi salah satu sorotan wisman yang berkunjung ke Pura Lempuyang. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pascaerupsi Gunung Agung 2017 lalu, kunjungan ke Pura Lempuyang terus mengalami peningkatan. Di tengah banyaknya wisatawan mancanegara (wisman) maupun domestik yang berkunjung, kebersihan kawasan menuju Pura Lempuyang Luhur mendapatkan sorotan.

Wisman yang melakukan kunjungan ke pura tersebut mengeluhkan banyaknya sampah plastik di areal pura tersebut. Salah seorang pemandu wisatawan, Ni Komang Sudiani, mengungkapkan, saat dirinya sedang mengantarkan turis asal Prancis, sempat terdengar protes karena di sepanjang jalan menuju Pura Lempuyang Luhur dipenuhi sampah plastik. Sudiani bahkan sempat diprotes karena dirinya membuang sampah sembarangan di tengah perjalanan.

“Dia (turis Prancis) tersebut bahkan menantang saya untuk menjaga lingkungan di kawasan pura tersebut. Dan setelah adanya tantangan itu, saya mulai rajin membersihkan sampah plastik di kawasan tempat berjualan, di dalam pura, maupun di jalan menuju Pura Lempuyang Luhur,” katanya.

Walaupun dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan sampah plastik, gerakannya tidak mendapat dukungan dari pihak terkait. Sudiani melanjutkan, dirinya sudah pernah mengusulkan agar ada mobil yang naik ke Pura Madya untuk mengangkut sampah yang dikumpulkannya ke pihak Desa Gamongan. Namun, saat ini belum ada realisasi.

Baca juga:  Wisatawan Hilang di Perairan Batu Melawang Masih “Misterius”

Ia berharap pemerintah daerah bisa mengatasi masalahnya agar sampah-sampah plastik tidak terus berserakan. “Saya sempat mengunggah permasalahan mengenai sampah plastik yang tidak diangkut tersebut. Saya hanya berharap dengan tindakan tersebut pemerintah bisa memberikan jalan keluarnya. Namun, hingga saat ini belum ada yang merespons,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa menjelaskan wisatawan asing maupun domestik masih sangat banyak yang datang melihat pesona Bukit Lempuyang. Dari bukit itu, dari bagian mana saja, bisa melihat keindahan alam Karangasem.

Semua pihak diharapkan mau menjaga keindahan alam itu. Karena bukit itu diyakini suci dengan banyaknya pura dari kaki sampai ke puncak atau Luhur Lempuyang. Semua pihak, termasuk wisatawan, juga hendaknya mematuhi ketentuan yang ada. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.