SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecelakaan lalulintas terjadi di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (12/1). Peristiwa out of control sepeda motor berplat DK 4778 AAA ini menimbulkan korban jiwa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, motor jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 19 meter dari atas jalan Singaraja-Bedugul Km 13.00 wilayah Desa Gitgit. Dua orang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Buleleng.

Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng.

Kronologisnya kelima korban kecelakaan yang merupakan satu keluarga asal Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja ini meluncur dari arah Denpasar ke Singaraja. Motor dikendarai Failasuf Mascatty (39). Sedangkan penumpangnya sebanyak 4 orang, yakni Alhidayah (37), Zairah Mascatty (6), Zaheen Mascatty (5), dan Zafira Mascatty (2).

Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan saat melintas di lokasi itu, kebetulan suasana lalin ramai lancar dan jalanan basah karena hujan deras.

Memasuki lokasi kejadian, laju sepeda motor mendadak sulit dikendalikan. Nasib naas menimpa dan sepeda motor ke luar jalur dan terjun bebas ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 19 meter dari jalan.

Baca juga:  Pilgub Bali Dinilai Penuh "Kecurangan" dan Intimidasi Halus, Ini Bentuknya

Sepeda motor diduga mengalami benturan keras bersama pengendara dan penumpangnya di dasar jurang yang curam. Dua korban meninggal dunia yakni Alhidayah dan Zafira Mascatty.

Sementara, tiga orang lainnya mengalami luka berat, yakni pengendara sepeda motor Failasuf Mascatty (39) dan dua anak yakni Zairah Mascatty (6) serta Zaheen Mascatty (5).

Warga yang mengetahui kejadian itu, kemudian mendatangi lokasi kejadian. Tidak berselang lama, personel Unit Lalulintas (Lantas) Polsek Sukasada dan Satlantas Polres Buleleng tiba di lokasi kejadian.

Korban dievakuasi untuk diantar ke rumah sakit. Istri pengendara Alhidayah dan anaknya Zafira Mascatty mengalami luka parah dan nyawanya tidak tertolong saat dirawat di rumah sakit. “Karena kendaraan terjun ke dalam jurag terjal dan terjadi benturan, sehingga dua penumpang meninggal dunia dan pengendara bersama dua anaknya yang lain luka berat,” katanya.

Terkait penyebab lakalantas, AKP Kurniawandari belum memastikannya. Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan di lokasi kejadian. Termasuk sepeda motor korban akan diperiksa untuk menyelidiki kemungkinan rem blong atau sebab lain. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.