Ni Putu Dinda Sayu Murni (kedua dari kiri) saat akan bertanding. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama ini, tim bulu tangkis Bali jika melakoni Pra PON berada di Zona IV (Banten, DIY, Bali, NTB, NTT, dan Kalbar). Akan tetapi, Bali telah mengusulkan agar berada di Wilayah Timur bersama NTB, NTT, Papua, dan Maluku.

Usulan tersebut diajukan secara tertulis Pengprpv PBSI Bali, dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), di sela-sela pelaksanaan kejurnas di GOR Sunter, Jakarta Utara, 18-26 Desember 2018. Sekum PBSI Bali Made Darmiyasa, di Denpasar, Selasa (8/1) mengemukakan, kalau wilayah IV tetap dipertahankan, otomatis pebulu tangkis Banten dan DIY akan mendomnasi. “Padahal, kami ingin pemerataan atlet yang lolos ke PON,” tuturnya.

Usulan PBSI Bali lainnya, kata dia, Banten dan DIY Pra POn masuk daerah Jawa bersama DKI, Jateng, Jabar dan Jatim. Sedangkan Kalimantan dan Sulawesi bisa menggelar Pra PON, termasuk Sumatera bisa dibagi dalam dua wilayah, mengingat jumlah provinsinya cukup banyak. “Kami bersyukur usulan kami ditanggapi serius. Bahkan PB PBSI telah membentuk kelompok kerja (Pokja) guna membahas usulan Bali,” ungkap Darmiyasa.

Baca juga:  Ikuti Turnamen di Palu, Lima Atlet Gateball Klungkung Sedang Berlatih Ketika Gempa Mengguncang

Dia pun memperkirakan, keputusan pembagian wilayah Pra PON Februari nanti, sedangkan jadwal Pra PON sekitar Agustus sampai dengan September. Darmiyasa menambahkan, jika Pra PON mendahului Porprov, pihaknya menggelar selekda. Namun, kalau Porprov Bali di Tabanan, mendahului Pra PON, otomatis juara Porprov diterjunkan ke Pra PON.

Disinggung hasil kejurnas, Darmiyasa menerangkan, Bali meraih 2 perak dan 2 perunggu. Dua perak dipersembahkan Ni Putu Dinda Sayu Murni (tunggal taruna), dan Dinda Sayu Murni/Komang Ari Pradipta (ganda campuran taruna). Sementara dua perunggu dipersembahkan Agung Suptayan (tunggal taruna) dan Kadek Wulan/Destin P (ganda taruna putri). (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.