Sekitar 100 boks ikan menumuk di areal dermaga PPI Sangsit. Ini karena kapal ikan dari Sapaken, Madura tidak diizinkan berlayar karena cuaca buruk melanda perairan Buleleng beberapa hari terakhir ini. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Akibat cuaca buruk disertai angin kencang mengakibatkan gelombang tinggi. Aktifitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan pun terhenti sementara. Tidak ada kapal yang mendarat. Bahkan, beberapa hari terakhir sekitar 100 boks ikan segar dan kiriman barang lain menumpuk di atas dermaga PPI Sangsit.

Selain di dermaga, boks ikan juga menumpuk di areal kantor bekas gedung kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perikanan dan Kelautan Buleleng yang berada sebelah Selatan. Ratusan boks ikan tersebut telah dikumpulkan di satu titik agar menghidari kesan kumuh di areal PPI.

Boks itu biasanya untuk menampung ikan segar yang diangkut kapal ikan dari Sapeken, Madura, Jawa Timur (Jawa Timur). Ikan segara dalam boks kemudian diangkut oleh mobil pick up menuju tujuan seperti daerah Jimbaran, Badung dan wilayah lainnya di Bali termasuk Buleleng.

Baca juga:  BPTD Siapkan Puluhan Armada Kapal Menjelang Nataru

Kepala Kesyahbandaran PPI Sangsit Luh Putu Eka Suyasmi Rabu (2/1) mengatakan, penumpukan boks ikan di dermaga PPI Sangsit, karena belum diangkut oleh pemiliknya menuju daerah Sapeken.

Biasanya, kapal ikan sandar di dermaga PPI setiap dua hari sekali. Namun karena cuaca buruk, pemilik kapal ikan di Sapaken tidak berani beerlayar. Biasanya dua hari itu ada saja kapal sandar di PPI, namun sekarang belum ada kapal yang berlabuh.

“Informasinya di Sapaken cuaca belum juga memungkinkan, sehingga kapal ikan belum diizinkan berlayar. Di sini juga demikian, ketinggian gelombang laut masih sekitar 1,5 meter,” katanya. (mudiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.