Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo didampingi Bupati Bangli, I Made Gianyar (pakaian adat putih). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Polres Bangli telah menyiapkan ratusan orang personilnya untuk diterjukan mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam pengamanan nanti, Polres Bangli juga akan melibatkan instansi terkait baik TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat hingga pecalang.

Menurut Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo saat rapat koordinasi dalam rangka kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019, Kamis (13/12) pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi terkait pengamanan ini. Koordinasi yang dihadiri Bupati Bangli, I Made Gianyar ini dilakukan untuk kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2019 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.

Disebutkannya bahwa ada beberapa titik yang menjadi prioritas pengamanan Nataru ini. Ia menyebutkan diantaranya Gereja Marga Rahayu, BPI Giri Sweca Katung dan BPI Pante Kosta Sembung.

Dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun baru Polres Bangli menyiapkan beberapa pos pengamanan (Pospam) diantaranya pospam di Gereja dan di Pengelipuran. Pos Pelayanan (posyan) juga disiapkan sebanyak dua buah yakni di sipang empat Kantor Bupati dan Penelokan. “Kami telah siapkan anggota sebanyak 212 orang untuk penamanan Natal dan Tahun Baru,” kata AKBP Agus.

Baca juga:  DPRD Bali Usulkan Alokasi Anggaran Pertanian 3-5 Persen

Dalam pelaksanaan pengamanan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu pihaknya akan melibatkan instansi terkait baik TNI, Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat hingga Pecalang. “Keamanan Natal dan Tahun Baru tidak akan tercipta jika tidak didukung oleh instansi terkait diantaranya Pemda, TNI dan seluruh masyarakat, Untuk itu kami selalu berkoordinasi untuk melaksanakan pengamanan,” jelasnya.

Pada kesempatan kemarin, AKBP Agus juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khisusnya di Kabuaten Bangli untuk tetap menjaga toleransi antar umat beragama serta tetap menjaga keselamatan berlalu lintas, dan meminimalisir tindakan-tindakan yang memicu konflik. “Kami imbau kepada masyarakat untuk hindari eforia yang berlebihan dalam menyambut tahun baru, hindari mengkonsumsi miras maupun lainnya yang dapat memicu konflik,” imbaunya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.