Ibu korban terseret arus Pantai Pangkung Tibah, memegangi foto anaknya. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Isak tangis Ni Wayan Sumitri (35) ibu dari Kadek Rea Andika (13), korban tewas terseret arus Pantai Pangkung Tibah, Kediri, terus mengalir ketika kerabat datang silih berganti mengucapkan duka cita atas kepergian anak ketiganya tersebut. Suasana duka pun nampak menyelimuti rumah korban di Banjar Badung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri.

Sejumlah warga banjar setempat juga tampak mempersiapkan sarana upakara untuk proses penguburan Rea Andika yang akan digelar Senin (10/12). Keputusan penguburan dilakukan hari itu juga mengingat kondisi tubuh korban yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penundaan.

Upacara ngulapin juga telah dilakukan pihak keluarga pasca tubuh korban berhasil ditemukan Senin (10/12) sekitar pukul 06.41 wita. Sumitri mengatakan tidak memiliki firasat apapun terkait kejadian yang menimpa anaknya yang masih duduk di kelas dua SMPN 2 Kediri tersebut.

Baca juga:  Tengah Malam, Jasad 3 Anak yang Meninggal Minum Racun "Makingsan Ring Geni"

Apalagi malam sebelum kejadian, korban seperti biasa bercanda gurau dengan adiknya. “Dia memang suka ngempu adiknya, dan sempat minta dibangunkan pagi hari karena mau yoga di pantai, tetapi karena esoknya hujan tidak saya bangunkan karena kasihan. Tetapi kadek ternyata tetap ke pantai,” ucapnya.

Namun saat ke pantai pada pagi itu, Kadek sempat pulang kembali ke ke rumah di siang harinya. Bahkan saat Sumitri hendak berangkat bekerja, korban sempat mengatakan pada ibunya untuk hati-hati di jalan.

Rupanya ucapan anaknya tersebut merupakan pamitan terakhir, setelah akhirnya sekitar pukul 16.00 Wita, Sumitri mendapatkan informasi anaknya hilang terseret arus. “Saya langsung minta izin tanpa pedulikan risiko, karena baru seminggu diterima bekerja,” ucapnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.