Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G., saat jumpa pers terkait Kejurnas Beladiri Yonqmoodo Kasad Cup ke-8 tahun 2018.(BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com –  Kejurnas Beladiri Yonqmoodo Kasad Cup ke-8 tahun 2018 semakin dekat. Hingga Selasa (20/11) lalu, ratusan atlet se-Indonesia sudah mendaftar dan siap bertanding di Bali. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

“Peserta yang sudah mendaftar dan memastikan hadir sebanyak 42 kontingen, terdiri dari 21 kontingen militer dan 21 kontingen Pengda. Rinciannya, 477 orang atlet putra, 96 orang atlet putri, 65 orang official, 67 orang pelatih dan jumlah keseluruhan 705 orang. Namun dari jumlah tersebut masih ada kemungkinan bertambah lagi sampai dengan hari H yaitu tanggal 24 Nopember 2018,” ujar Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G., Kamis (22/11).

Menurut Kapendam, sejarah Yongmoodo dimulai  15 Oktober 1995 dimana The Martial Reearch Institut dari Yong ln University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Sirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti beladiri.  Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru dunia.

“Seni beladiri Yongmoodo ini resmi menjadi olahraga wajib di TNI Angkatan Darat (AD) sejak 2008 dan dalam perkembangan selanjutnya sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia atau FYI. Seni beladiri asal Korea ini mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012,” ungkapnya.

Baca juga:  Sambut Atlet Asian Games 2018, Bupati Suwirta Berharap Terus Lahir Atlet Andal

Bela diri Yongmoodo ini diharapkan dapat mewujudkan sifat maupun watak patriotisme. Pasalnya seni bela diri Yongmoodo sendiri mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat yaitu yang menunjukan kemampuan pada pertempuran yang mengacu pada teknik perkelahian, pertahanan dan strategi, baik fisik, mental serta psikologis.

Sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportifitas dan patriotisme. Kemampuan beladiri Yongmoodo wajib dikuasai oleh prajurit TNI AD untuk melatih keberanian dan jiwa patriotisme, mengingat prajurit TNI merupakan garda terdepan dalam mempertahankan NKRI.

“Tahun ini Kodam IX/Udayana dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 24  sampai 30 Nopember 2018 di GOR Praja Raksaka, Kepaon di Jalan Raya Bay-pass Ngurah Rai dan  terbuka untuk umum,” tandasnya.

Adapun tema yang diusung kali ini “Jago Beladiri, Berjiwa Ksatria dan Berprestasi”

Diselenggarakannya Kejurnas ini untuk meningkatkan kemampuan bela diri Yongmoodo di lingkungan prajurit TNI AD  dengan sasaran untuk menjaring atlet bela diri Yongmoodo yang potensial.

Terkait dengan jumlah medali yang diperebutkan sebanyak 85, terbagi menjadi 3 katagori yaitu perorangan putra dan putri, beregu putra dan beregu Rangkaian Tehnik Gerak (RTG) serta piala bergilir Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup. (kerta negara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.