SEMARAPURA, BALIPOST.com – Mengatasi ketidakakuratan berbagai data dengan realita di tengah masyarakat, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus berinovasi untuk mengatasinya. Suwirta menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Klungkung, untuk merancang sebuah aplikasi potensi wilayah, yang dapat dikelola dalam satu basis data terpadu.

Rencananya, aplikasi tersebut sudah siap diluncurkan pada Januari 2019. Kepala Dinas Kominfo Klungkung, Wayan Parna, Jumat (2/11), mengatakan bahwa sistem aplikasi ini dirancang untuk menjawab problem setiap OPD.

Terutama yang menyangkut data riil angka kemiskinan, bedah rumah, pengangguran, tingkat pendidikan, kependudukan dan lainnya. “Misalnya, soal penanganan kemiskinan, berapa yang sudah tertangani, berapa yang tersisa, sisa waktunya berapa tahun. Sehingga, jelas progress kerjanya,” kata Parna, menerjemahkan instruksi Bupati Suwirta.

Demikian juga soal bedah rumah, hingga tingkat pendidikan yang erat kaitannya dengan angka pengangguran. Sehingga semua aspek informasi yang dibutuhkan menjadi rill.

Dalam hal menentukan program prioritas juga demikian. Nantinya, warga sendiri yang menyampaikan usulannya di setiap desa. Sehingga, kenapa sebuah program menjadi prioritas, menjadi lebih jelas, karena memang diinginkan mayoritas masyarakat di sekitanya.

Tidak hanya itu, setiap petunjuk tersebut juga langsung diarahkan ke OPD terkait. “Pada intinya, sistem ini dirancang agar perencanaan menjadi lebih tepat,” tegas Parna.

Baca juga:  Dibuka, Pendaftaran Lelang Jabatan Kepala DLH Buleleng

Bupati Suwirta dikatakan sudah meminta tenaga Yowana Gema Santi untuk melakukan validasi berbagai data. Sehingga datanya lebih riil, tidak serta merta menunggu hasil sensus BPS.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat sosialisasi visi misi, juga kembali menekankan tugas dari Yowana Gema Santi bukan pada pemecahan masalah. Melainkan menyampaikan apapun permasalahan maupun kendala yang ditemukan di desa, langsung kepada Bupati Klungkung.

Selanjutnya bupati mengintruksikan kepada OPD terkait untuk menanganinya. selain itu, pihaknya juga meminta kepada seluruh Yowana agar mampu menemukan potensi apa yang ada di setiap desa.

Sehingga, ke depan, desa tersebut bisa dipromosikan dari potensi dan keunggulan yang dimiliki di masing-masing. Aplikasi potensi wilayah ini, akan mempermudah menginput data di desa.

Dengan demikian data warga miskin, pengangguran, jumlah penduduk, serta potensi desa bisa diinput di aplikasi tersebut. Sehingga data disetiap desa akan menjadi lebih valid. Dengan data yang valid, segala progress pekerjaan akan lebih jelas terlihat. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.