Bupati Gianyar, Made Mahayastra. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bupati Gianyar Made Mahayastra mengingatkan semua jajarannya di pemerintahan Kabupaten Gianyar untuk menuntaskan semua tugas dan kewajiban sebelum mengakhiri tahun 2018. Orang nomor satu di Kabupaten Gianyar mengibaratkan seluruh jajaran dari pemimpin tertinggi hingga staf paling bawah, seperti tubuh manusia.

“Dalam tubuh itu tidak boleh ada yang tersakiti, satu jari saja sakit tubuh ini panas dingin,” ujarnya saat menggelar upacara mejaya-jaya di Pura Hyang Wisesa Besakih bertepatan dengan purnamaning kalima, Rabu (24/10) malam.

Bupati Mahayastra didampingi penglingsir Puri Gianyar Anak Agung Bharata, menyampaikan keyakinannya bahwa masa keemasan Gianyar akan tiba. Dikatakannya, dengan kondisi Gianyar yang cukup bagus saat ini, dengan APBD yang sudah menyentuh 2,5 triliun, dirinya yakin program-programnya seperti perbaikan rumah sakit dan Pasar Gianyar bisa dijalankan. “Jalan juga akan kita tuntaskan, saya berjanji menuntaskan jalan dalam dua tahun,” tegasnya.

Disadarinya, sebagai pemimpin dirinya tidak mungkin bisa memenuhi harapan semua jajarannya, apalagi harapan terkait posisi dan jabatan. Ia mengaku semua jajaran merupakan posisi strategis yang membantu bupati dan wakil bupati dalam hal melaksanakan pemerintahan. “Hingga ke depan ini saya tidak akan punya jajaran yang dianakemaskan, namun yang namanya komunikasi semua harus menjalin, melaporkan kepada saya, kepada pak wakil bupati, sekda ataupun pejabat lainnya, mari kita jaga kepercayaan masyarakat ini dengan kita bekerja keras,” ajaknya.

Baca juga:  Transparansi APBD

Bupati Mahayastra juga menyampaikan programnya mendirikan GOR dan Puspem. Namun ia berjanji akan terlebih dahulu menuntaskan persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Kalau infrastruktur selesai tinggal nanti bagaimana membangun manusianya, namun sekarang ini kita juga tidak akan melepaskan pembangunan manusia, apakah itu mengentaskan kemiskinannya maupun pendidikannya, karena ini harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

Diakui pihaknya kini fokus dalam beberapa program prioritas, sementara di luar itu dihimbau untuk bersabar karena hanya menjadi bamper. “Yang tidak dapat anggaran (prioritas) harus bisa juga berperan mensukseskan program bupati, minimal menyampaikan kepada masyarakat dengan anggarannya yang ada untuk bisa mewujudkan program yang dimiliki dengan anggarannya yang terbatas,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.