BANGLI, BALIPOST.com – Sebuah tempat perkumpulan budaya yang diberinama Pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road didirikan seorang pengusaha terkenal asal China, Peter Wang, di wilayah Desa Sekardadi, Kintamani. Pusat pertukaran budaya yang diresmikan Sabtu (22/9).

Tempat ini didirikan sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya Buddha di Bali, mempromsikan dharma serta membangkitkan cinta kasih. Peresmian Pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road dihadiri Ketua Kehormatan Bodhi One Belt One Road I Made Mangku Pastika, Asisten II Gubernur Bali Dewa Sunarta, Perwakilan Kementerian Pariwisata, Biksu Besar Guangping dan sejumlah undangan lainnya.

Acara peresmian diawali dengan ritual melantunkan nyanyian suci di sebuah altar yang dipimpin oleh guru besar Budha dari Putuoshan Temple di China. Pendiri Pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road, Peter Wang menyampaikan The Belt and Road Enterpreneurs Association adalah organisasi nirlaba yang disetujui oleh Pemerintah Australia dan telah membuka kantor umum di Bali.

Visi asosiasi ini mempromosikan kerjasama yang saling menguntungkan di antara pengusaha sepanjang satu jalur satu kawasan berdasarkan platform perdagangan, pariwisata dan layanan budaya. Asosiasi juga secara aktif mendukung terciptanya lintas batas dan platform pembagian sumber daya.

Dipilihnya Kintamani sebagai lokasi proyek pusat pertukaran budaya Bodhi yang diinvestasikan Asosiasi Pengusaha One Belt One Road, karena Kintamani memiliki fengshui baik dan diberkati para dewa. Pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road dibangun dengan luas areal 10 ribu meter persegi, mempunyai aula dan perpustakaan utama yang dapat digunakan untuk banyak kegiatan budaya, meditasi, pendidikan moral, dan pertukaran budaya Buddha.

Nantinya akan dikembangkan juga panti asuhan, perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan hal lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pusat pertukaran budaya ini akan dimulai di Bali dan akan dikembangkan ke Australia, Kamboja dan negara lainnya di sepanjang jalur One Belt One Road.

Baca juga:  Musim Kemarau, BKSDA akan Tambah MPA di Kintamani

Pusat Pertukaran Budaya Bodhi ini dikatakan akan bermanfaat bagi rakyat kedua negara. “Kami menyambut dukungan dan saran anda untuk pusat kebudayaan,” kata Peter Wang.

Sementara itu Ketua Kehormatan Bodhi One Belt One Road I Made Mangku Pastika dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali punya hubungan sejarah yang kental dengan China/Tiongkok. Dipilihnya Kintamani sebagai lokasi pusat kebudayaan dinilai sangat tepat karena di Kintamani menjadi tempat tinggal raja Bali dan putri Tiongkok bernama Kang Cing Wie.

Adanya hubungan historis dengan Tiongkok terbukti dari keberadaan Pura Balingkang dan pura lainnya di Kintamani yang terdapat tempat pemujaan secara Tionghoa, serta beberapa desa di Kintamani yang memakai nama dari Tiongkok. “Budaya Bali sudah sangat menyatu dengan budaya Tionghoa,” ujarnya.

Diharapkan keberadaan pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road yang diresmikan ini dapat bermanfaat dan mempererat persahabatan antara Tiongkok dan Bali.

Sementara itu Perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Vincent Sucimaru menyampaikan bahwa Kemenpar sangat berbahagia dan menyambut positif hadirnya pusat pertukaran budaya yang dinisiasi Peter Wang. Keberadaan Pusat Pertukaran Budaya Bodhi One Belt One Road ini menambah khasanah obyek wisata di Bali dan memberi warna baru bagi pariwisata Indonesia.

Dengan berdirinya pusat pertukaran budaya ini diharapkan kedepannya semakin banyak lagi wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia. Dia menyebutkan sejak beberapa tahun terakhir turis Tiongkok menduduki posisi pertama kedatangan wisatawan ke Indonesia. “Dilihat dari segmentasi pasar ini bagian dari wisata spiritual. Yang menariknya, tempat ini tidak hanya ditunjukan untuk agama Buddha, namun tempat ini juga bisa menampung agama dan pemeluk keyakinan lainnya yang ada,” katanya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.