Wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) berkunjung ke Eks Pelabuhan Buleleng. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dermaga eks Pelabuhan Buleleng mulai ditata untuk bersandarnya kapal yacht yang merupakan peserta Rally Yacht. Sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, para peserta reli dari berbagai negara di dunia ini bersandar di Pantai Lovina kemudian disambut dengan beragam atraksi budaya dan layanan akomodasi wisata melalui Lovina Festival (Lovest).

Namun, tahun ini Dinas Pariwisata (Dispar) menyiapkan Eks Dermaga Pelabuhan Buleleng, Kelurahan Kampung Tinggi, Singaraja menjadi lokasi sandar kapal yacht. Peserta reli yacht yang sekarang mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat (TNB) itu akan berlayar menuju Buleleng.

Selama di Buleleng wisatawan disuguhi atraksi seni, budaya dan tour ke obyek wisata di gumi Den Bukit melalui kemasan Lovest mulai Rabu (26/9) dan berakhir Sabtu (29/9). Untuk melayani wisatawan asing itu, Dispar melakukan penataan dan pemeliharaan fasilitas di Eks Dermaga Pelabuhan Buleleng.

Salah satunya memasang tangga di ujung dermaga yang sekarang difungsikan untuk lokasi restoran terapung. Anak buah kapal (ABK) Kapal Yacht ditawarkan sandar di areal dermaga yang dahulu diresmikan Gubernur Bali Periode 2003-2008, Dewa Beratha. Selain menikmati sajian kuliner di restoran terapung, peserta reli disuguhi paket wisata city tour.

Baca juga:  Tarif Jasa Kapal Wisata Diberi Keringanan

Kepala Dinas Pasriwisata (Dispar) Buleleng Nyoman Sutrian, M.M saat meninjau persiapan penyambutan peserta reli yacht, Rabu (12/9) mengatakan, pertimbangan mengarahkan kapal yacht sandar di Eks Pelabuhan Buleleng karena lokasinya strategis dan infrastruktur memadai. Selain itu, sesuai instruksi Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS), destinasi ini harus diperkenalkan sebagai daerah tujuan wisata (DTW) dengan didukung dibukanya obyek Museum Tematik Soenda Ketjil.

Ia mengatakan pihaknya ingin mengenalkan wisata sejarah, karena Buleleng pernah menjadi Ibu Kota Soenda Ketjil. Selain itu, ada dukungan obyek menarik lain seperti keberadaan Klenteng Linguan Kiong milik warga Tionghoa, Pura Segara Desa Adat Pakraman Buleleng, dan etnis Islam. “Kami siapkan fasilitas di sini untuk mempromosikan obyek yang pernah menunjukkan bahwa Buleleng menjadi Ibu Kota Soenda Ketjil dan pelabuhan pada masa penjajahan Belanda,” katanya.

Tak hanya wisata sejarah, Dispar juga ingin memperkenalkan paket wisata city tour di jantung Kota Singaraja. Obyek ini tidak lain adalah perpustakaan Gedong Kertya, Museum Buleleng, kawasan Puri Buleleng, dan kawasan Heritage Bung Karno di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Singaraja. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.