Ratusan penari rejang membuka Festival Lovina 2018. (BP/Dokumen)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dua festival unggulan Kabupaten Buleleng, yakni Pemuteran Bay Festival dan Lovina Festival telah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Hal ini menjadi pencapaian luar biasa bagi sektor pariwisata Buleleng yang terus berkembang pascapandemi.

Untuk diketahui, KEN merupakan program tahunan yang digagas Kemenkraf RI sejak tahun 2021. Program ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia melalui berbagai acara budaya, seni, karnaval, dan kuliner.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi Minggu (2/3) mengatakan pascapandemi Covid-19, Dispar Buleleng terus mengupayakan pelaksanaan sejumlah kegiatan kebudayaan. Di antaranya Lovina Festival dan Pemuteran Bay Festival. Keberadaan dua festival yang masuk kalender event nasional ini, mampu menarik minat ribuan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung.

Baca juga:  Penlok Shortcut 7-10 Terbit, Pembebasan Lahan di Tiga Desa Segera Dilakukan

“Sejak Tahun 2023 dan 2024, kita terus menggelar Lovina Festival dan mengusulkan agar festival ini bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara untuk pertama kalinya. Akhirnya, Lovina Festival untuk pertama kali mengikuti program ini menyusul Pemuteran Bay Festival yang secara rutin mengikutinya,” jelas Dody.

Untuk memperkuat daya tarik festival, Dispar Buleleng akan berkolaborasi dengan daerah lain seperti Banyuwangi, Lombok Barat, dan Ponorogo. Rencananya, akan ada stand promosi UMKM dan pertunjukan seni budaya dari daerah-daerah tersebut, termasuk kesenian khas seperti Tari Gandrung Banyuwangi dan Reog Ponorogo.

Baca juga:  Sempat Dirawat Intensif, Dokter Dievakuasi Skylift Akhirnya Berpulang

“Kami ingin menciptakan festival yang tidak hanya menampilkan budaya Buleleng, tetapi juga menghadirkan pertunjukan dari daerah lain agar semakin menarik bagi wisatawan,” tambah mantan Camat Buleleng itu.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan, melalui festival ini target kunjungan wisatawan dapat terpenuhi. Kabupaten Buleleng sendiri menargetkan 1,7 juta kunjungan wisatawan pada 2025, dengan rincian 700.000 wisatawan mancanegara dan 1 juta wisatawan domestik.

“Nantinya, akan lebih banyak menggunakan dana dari donatur, CSR dan sponsorship di tengah efisiensi anggaran. Tentunya festival tahun ini tidak akan menurunkan kualitas dari festival sebelumnya dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Festival Semarapura 2025 Digelar Sepekan

 

BAGIKAN