JAKARTA, BALIPOST.com – PT. Garuda Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, Rabu (12/9). RUPSLB 2018 menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Askhara menggantikan Pahala N. Mansury yang menjabat sejak April 2017. RUPSLB 2018 ini juga memberhentikan dengan hormat Pahala N. Mansury sebagai Direktur Utama.

Selain itu RUPSLB 2018 ini juga memberhentikan dengan hormat Jusman Sfafi’i Djamal sebagai Komisaris Utama. Agus Santoso ditunjuk sebagai Komisaris Utama/Independen Garuda Indonesia yang baru.

RUPSLB ini juga telah menunjuk jajaran direksi baru Garuda Indonesia, seperti di bawah ini :
1. Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
2. Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah
3. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Muhammad Iqbal
4. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal
5. Direktur Human Capital : Heri Akhyar
6. Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa
7. Direktur Teknik : I Wayan Susena
8. Direktur Layanan : Nicodemus Panarung Lampe

RUPSLB ini juga merubah susunan Komisaris menjadi :

1. Komisaris Utama / Independen : Agus Santoso

2. Komisaris Independen : Ismerda Lebang

3. Komisaris Independen : Herbert Timbo P. Siahaan

4. Komisaris : Muzaffar Ismail

5. Komisaris : Doni Oskaria

6. Komisaris : Chairal Tanjung

7. Komisaris : Luky Alfirman

Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan diawal tahun 2018 mencanangkan strategi bisnis jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5) – yang akan menjadi value-driven aviation group dengan valuation Garuda Indonesia group sebesar USD 3,5 miliar pada 2020.

Pada H1 (First Half) / 2018 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil membukukan operating revenue sebesar USD 1,9 miliar dengan pertumbuhan sebesar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 1,8 miliar.

Pada H1/2018 Garuda Indonesia mencatatkan peningkatkan jumlah passenger carried sebesar 8,3 persen dengan angkutan penumpang sebanyak 18,7 juta penumpang. Sementara itu, kargo yang diangkut juga meningkat sebesar 2,7 persen menjadi 225 ribu ton.

Baca juga:  Garuda Buka Rute Denpasar-Mumbai

OTP Garuda Indonesia sebagai mainbrand mencapai 89 persen atau meningkat dibandingkan catatan capaian OTP pada periode yang sama di tahun lalu sebesar 85,8 persen. Hal tersebut turut diikuti juga oleh peningkatan aircraft utilization dari 9:26 jam menjadi 9:40 jam.

Pertumbuhan positif pada H1-2018 ini juga ditunjang oleh capaian peningkatan pendapatan anak usaha (subsidiaries & strategic business unit) sebesar 28,4 persen. Selain itu, perseroan juga secara konsisten terus meningkatkan capaian pendapatan kargo yang pada H1/2018 ini tumbuh sebesar 7,6 persen menjadi USD 124,5 juta.

Sejalan dengan strategi pengembangan diferensiasi model bisnis maskapai, pada H1/2018 perseroan juga mencatatkan peningkatkan pendapatan ancillary revenue sebesar 27,5 persen menjadi USD 46,3 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu melalui upaya Garuda Indonesia Group dalam memaksimalkan potensi pasar low cost carrier (LCC), Citilink berhasil mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga 25,6 persen menjadi 7 juta penumpang pada H1/2018, meningkat cukup signifikan dari angkutan penumpang pada H1/2017 sebesar 5,6 juta penumpang.

Sepanjang H1/2018 perseroan juga mengembangkan jaringan penerbangan dengan membuka sejumlah rute baru yang diantaranya adalah rute Denpasar – Xi’an, Denpasar – Zhengzhou, Makassar – Palembang, Jakarta – Sorong hingga Mumbai – Denpasar. Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan ke lebih dari 90 destinasi terdiri dari 22 destinasi internasional dan 68 destinasi domestik.

Saat ini Garuda Indonesia berhasil menorehkan serangkaian pencapaian international antara lain penghargaan SkyTrax untuk “The World’s Best Cabin Crew”, “5 Star Airline”, “Top 10 Airline” dari Skytrax dan “Top Airline Asia Pasific” & “World’s Best Economy Class” dari Trip Advisor. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.