Wisatawan mengunjungi Pura Desa dan Puseh Batuan. Budaya menjadi daya tarik wisatawan ke Bali. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Bali identik dengan budayanya. Bahkan, budaya Bali ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung.

Sayang, ciri khas ini mulai luntur tergerus pariwisata buatan yang cenderung masif dan tidak terbendung. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana, yang ditemui usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/9), tidak menampik hal tersebut.

Bahkan, pria yang kesehariannya bergelut di sektor pariwisata ini khawatir budaya yang menjadi kebanggan pariwisata sirna. “Memang kita melihat pergeseran dari pariwisata budaya ke pariwisata buatan. Saya khawatir kalau dibiarkan, Bali akan tercabut dari akar budayanya,” ungkapnya.

Sebagai salah satu pemegang kebijakan, pria yang akrab disapa Cok Ace ini akan berupaya mengembalikan pariwisata Bali pada marwahnya, yakni pariwisata yang berlandaskan budaya. Upaya ini akan dituangkan dalam peraturan daerah atau peraturan gubernur (Pergub). “Kami akan berupaya mengembalikan (pariwisata, red) pada track aslinya bagaimana budaya betul-betul sebagai daya tarik pariwisata,” tegasnya.

Baca juga:  Visual Asap Gunung Agung Tak Teramati, Dua Kemungkinan Ini yang Terjadi

Semuanya itu akan dituangkan dalam program One Island Management. Manajemen satu pintu ini untuk memetakan setiap potensi pariwisata di masing-masing kawasan.

Seperti pariwisata budaya dipusatkan di Tengah, pariwisata spiritual di Timur, Utara Bali sebagai pariwisata konservasi, dan Selatan Bali sebagai pariwisata glamor atau buatan. “One island management ini akan dituangkan dalam bentuk Pergup apa yang dikembangkan di Barat, Timur, Utara berbeda, sehingga tidak ada pariwisata duplikasi. Semua sesuai potensinya,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan terhadap objek-objek wisata dan menghubungkan antara destinasi satu dan lainnya. Program ini juga diakui sejalan dengan kebijakan yang dirancang di DPRD Bali. “Kami akan memperbaiki destinasi yang ada dan menyambung konektivitas infrastruktur yang ada. Sebab, dari tiga hari kunjungan wisatawan di Bali, dua harinya dihabiskan di tempat lain seperti Lombok. Akan kita tahan mereka dengan membuat konektivitas,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.