Bersih-bersih pantai digelar pelaku pariwisata. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Ombak tinggi yang terjadi belum lama ini, tidak saja merugikan nelayan namun juga kalangan pelaku pariwisata. Sampah kiriman yang mengotori pesisir pantai sempat membuat terpuruk kawasan wisata Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan dan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.

Menyikapi hal ini, pelaku pariwisata di dua desa bertetangga namun beda kecamatan itu menggelar aksi bersih-bersih. Puluhan pelaku pariwisata di Pantai Yeh Sumbul dan Medewi, rutin melakukan aksi bersih sampah plastik di pantai. Seperti yang dilakukan puluhan pelaku pariwisata, Rabu (22/8).

Mereka menyusuri pantai dari ujung Timur hingga ke Barat kurang lebih satu kilometer memungut sampah-sampah kiriman. “Yang paling banyak kita dapati sampah botol plastik dan bungkus makanan, ada sampai satu tumpukan sampah plastik,” terang Agung, salah satu warga di lokasi itu, Kamis (23/8).

Menurutnya sampah yang berserakan di pantai itu merupakan sampah kiriman. Dampak dari air laut pasang beberapa waktu lalu. Di kawasan pantai yang kini ramai dengan hotel dan penginapan surfing ini memang sempat terdampak air laut pasang. Bahkan saat air laut naik, genangan air hingga menutupi jalan.

Baca juga:  Hutan Mangrove Di Nusa Lembongan Terkikis

Selain sampah, batu-batuan kerikil juga naik hingga menyelimuti pantai. Salah seorang pelaku pariwisata, Fendi mengatakan upaya bersih pantai itu spontan dilakukan untuk menjaga pantai Yeh Sumbul tetap bersih. “Kita akan lakukan rutin, juga ajak siswa sekolah di sekitar. (Kebersihan, red) penting menjaga pariwisata tetap menggeliat. Sebelum kita bersihkan, turis jarang mau berjemur di pantai. Sekarang sudah ada,” ujarnya.

Selain di Pantai Yeh Sumbul, di Pantai Medewi dan Pekutatan juga dilakukan pembersihan pantai serupa. Upaya itu untuk menjaga pantai tetap bersih, pasalnya Pantai Medewi menjadi magnet bagi wisatawan luar negeri. Bahkan dalam upaya bersih pantai itu, sudah lebih dulu melibatkan siswa-siswa dan aparat terkait. Pembersihan pantai berbatu tersebut dilakukan berkala. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.