Petir
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tabrakan adu jangkrik terjadi di Jalan Diponogoro, depan Optikal Sejahtra, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (10/8). Pengendara sepeda motor (pemotor), Ahmad Fauzi (18) sedang membonceng ibunya, Umrobiati (46), tewas di TKP setelah ditabrak bus.

Kasus ini ditangani Satlantas Polresta Denpasar. Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, mengatakan terkait kasus ini pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi. Selain itu barang bukti telah diamankan di Mapolresta Denpasar.

Hasil penyelidikan dan penyidikan, kata Kompol Rahmawaty, kasus lakalantas yang menewaskan dua orang ini terjadi pukul 05.45 Wita. Sebelum kejadian, bus dikemudikan I Made Parguna (46) beralamat di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, melaju utara. Sementara Fauzi mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dan membonceng ibunya malu dari berlawanan.

Setibanya di TKP, Fauzi beralamat di Jalan Pulau Saelus II, Densel ini, menyalip motor dan mengambil haluan terlalu ke kanan. Alhasil tabrakan adu jangkrik antara motor korban dan bus kemudikan Parguna tidak terelakkan.

Baca juga:  Kakek Ditemukan Tewas di Pinggir Selokan

Akibat kejadian tersebut, dari hidung dan mulut Fauzi mengeluarkan darah, serta mengalami cidera kepala berat (CKB). Kondisi sama dialami ibunya. “Kedua korban meninggal dunia di TKP,” ujarnya.

Setelah menerima laporan kasus ini, anggota Unit Laka Satlantas langsung ke TKP. Setibanya di sana, petugas melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan mengecek kedua korban di RSUP Sanglah. “Pengendara sepeda motor mendahului kendaraan dan tidak memperhitungkan bus yang lagi malaju di jalurnya. Kami mengimbau kepada pengguna jalan raya supaya tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” kata mantan Kapolsek Kota Tabanan ini. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.