Akibat gempa berpusat di Lombok, NTB sejumlah rumah warga di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan rusak berat. Warga pun terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat atau mendirikan tenda darurat dengan atap terpal plastik. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – BPBD Kabupaten Buleleng mengalami krisis logistik untuk menangani korban gempa. Karena, logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah habis dibagikan kepada korban bencana banjir bandang awal tahun lalu. Parahnya lagi, gudang tempat penyimpanan di Posko Siaga Bencana di BPBD sempat dilanda banjir bandang sehingga banyak stok logistik rusak dan tidak bisa dimanfaatkan kembali.

Kepala Pelaksana BPBD Ida Bagus Suadnyana, SH dihubungi Kamis (9/8) mengakui hal itu. Dikatakan, krisis stok logistik terjadi sejak tiga bulan terakhir. Beruntung, sisa stok masih tersedia dan telah habis didistribusikan untuk warga di Dusun Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan yang menjadi korban gempa Minggu (5/8).

Sementara untuk korban di desa lain seperti di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, dan beberapa desa lain, sampai kemarin belum mendapat bantuan logistik dari BPBD. “Kalau stok logistik kami sudah habis saat banjir lalu, dan terakhir kami bagikan untuk warga Desa Pakisan berupa terpal dan bantuan paket sembako,” katanya.

Baca juga:  SAR Masih Evakuasi, Diperkirakan Korban Bertambah

Menurutnya, krisis logistik dapat diatasi dengan mengandalkan bantuan logistik dari Dinas Sosial (Dinsos) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng. Selain paket sembako dan makanan siap saji, Dinsos, PMI dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng membagikan terpal untuk tenda kepada warga yang rumah mereka rusak dan tidak bisa ditinggali. Seperti dilakukan kemarin, sejumlah terpal dibagikan kepada warga di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.

Berdasarkan pendataan BPBD, tercatat 21 kepala keluarga (KK) warga di di desa ini masih ketakutan tinggal di dalam rumah mereka. Mereka ini tersebar di Dusun Kanginan dan Kawanan masing-masing 8 KK, serta di Dusun Rendetin ada 13 KK warga masih tinggal di tanah lapang dengan membangun tenda darurat dari terpal plastik.

“Untuk sementara kami bersama Dinsos dan PMI bersama-sama untuk mendistribusikan logistik untuk korban gempa dan. Kami juga sudah mengajukan logitik ke BPBD Provinsi dan mudah-mudahan segara kita mendapat tambahan logistik,” katanya. (mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.