Purnawan memperlihatkan sejumlah topeng yang digunakan dalam Tari Topeng Gambuh. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seni tari merupakan salah satu kreativitas yang tentunya terus mengalami perkembangan. Seperti tari topeng dan tari gambuh klasik yang kini sedang dikolaborasikan, sebagai tarian baru milik Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.

Kolaborasi yang disebut tari topeng gambuh ini pun rencananya akan dipatenkan sebagai hak cipta kesenian di desa tersebut. Koreografer Tari Topeng Gambuh, Wayan Purnawan ditemui Selasa (7/8) menjelaskan, munculnya kolaborasi ini bermula saat ia diminta menari topeng sidakarya pada salah satu pura di Desa Batuan. “Saat itu saya berkeingnan melibatkan anak-anak dalam menari topeng, namun anak-anak di banjar saya hanya diajarkan menari gambuh klasik,” ucap pria asal Banjar Dlod Tunon, Desa Batuan ini.

Dikatakan dari keinginan itu lah, ia mencetuskan ide tarian gambuh yang menggunakan topeng. Akhirnya terciptalah kolaborasi tarian topeng dengan cerita gambuh, yakni tentang perjalanan Panji Sakti. “Akhirnya saya masukan sekitar 8 anak perempuan dalam tarian ini, dan satu laki sebagai Panji,” katanya.

Alasan memakai topeng pada tarian dengan cerita gambuh ini, lantaran di akhir tarian ada penampilan dari Topeng Sidakarya sebagai pemuput karya. Selain itu para penari dalam membawakan cerita Panji Sakti ini semua mengenakan topeng. “Jadi tujuanya adalah membuat Tarian Gambuh ini nyambung dengan Tarian Topeng Sidakarya,” ucapnya.

Baca juga:  Museum Bali Butuh Kurator

Setelah rencana tarian ini disepakati oleh prajuru dan krama di Banjar Dlod Tunon desa setempat. Ia pun memulai pembuatan topeng untuk para penari. Ada sekitar 16 topeng yang ia buat untuk tarian ini, dalam kurun waktu dua bulan. “Saya juga dibantu rekan-rekan, sehingga bisa menuntaskan pembuatan topeng dan tarian ini,” katanya.

Purnawan meyakini, tarian ini belum ada di tempat lain, selain Desa Batuan. Sebab itu pihaknya pun berupaya mempatenkan tarian ini sebagai hak cipta Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. “Ini sedabg diproses dan kita juga banyak dibantu oleh tokoh masyarakat dan warga kami juga ikut berjuang,” tandasnya.

Sementara DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara mendorong pemerintah dalam memfasilitasi penerbitan hak cipta untuk tarian topeng gambuh ini. Dikatakan ke depan tarian ini akan menjadi warisan yang rutin ditarikan dalam kegiatan ritual upacara. “Kami sendiri akan ikut membantu, sehingga ke depan tidak ada yang menduplikat atau mengklaim tarian ini, seperti tarian lokal lain yang banyak diklaim oleh bangsa lain. Pemerintah kita harus membantu mempercepat proses ini,” ucap DPRD dari Fraksi PDIP Gianyar ini. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.