Warga Sekarkejula mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau ini. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana mulai berdampak. Sejumlah rumah warga di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo belakangan kesulitan air yang bersumber dari PAM.

Sejumlah rumah warga yang posisinya berada di atas, sudah dua pekan ini kesulitan memperoleh air bersih. Karena kondisi itu sejumlah warga terpaksa mencari air di sumber-sumber air terdekat seperti sungai dan embung.

Nyoman Suastini, salah seorang warga, Minggu (29/7) mengatakan kondisi air yang tidak lancar ini sudah dialami sejak dua bulan terakhir. Kadang tiga hari air baru mengalir, bahkan lima hari sekali.

Memang diakui lokasi rumah-rumah warga yang kesulitan air ini berada di ketinggian, namun sebelumnya aliran air lancar. “Sudah dua bulan ini. Ini keran yang (warga) umum dan pribadi juga sama. Kadang baru tiga hari baru mengalir. Terkadang juga baru lima hari. Tidak tahu juga pengaturannya bagaimana,” tandas Suastini.

Baca juga:  Karena Ini, Kuta dan Kuta Selatan akan Alami Gangguan Pasokan Air Bersih

Air yang mereka tampung dari yang mengalir hanya cukup untuk minum dan masak saja. Sedangkan untuk keperluan lain, seperti mandi dan cuci, warga terpaksa ke sungai terdekat. Dari informasi warga, penyaluran air di warga ini bergiliran. Dalam satu desa, di beberapa banjar lainnya tidak masalah. Kemungkinan dipicu sumber air dari hutan yang kecil sehingga tidak mampu mengalir hingga ke semua penduduk secara rutin.

Kondisi air dari PDAM yang tersendat itu juga dirasakan sejumlah warga lainnya di sekitar rumah Suastini. Salah seorang warga, Iluh, bahkan sempat turun mencari air menggunakan jeriken untuk memenuhi kebutuhan air. Hampir setiap hari, aktivitas ini dilakukan selama air tidak mengalir ke rumah-rumah warga. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.