Petugas Satpol PP Kota Denpasar memeriksa identitas para penumpang kapal laut yang tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (20/6). Pemeriksaan identitas ini merupakan upaya untuk penertiban administrasi kependudukan di Denpasar, terutama saat arus balik Lebaran. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Usai arus mudik serangkaian hari Lebaran, mulai terjadi peningkatan arus balik. Termasuk arus balik yang menuju Denpasar. Terkait dengan kedatangan penduduk dari luar daerah, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Satatan Sipil, Satpol PP, Kepolisian, petugas KSOP Pelabuhan Benoa, Rabu (20/6) menggelar pemeriksaan kartu identitas diri bagi para penumpang yang baru tiba di pelabuhan setempat.

Kabid Kependudukan Disdukcapil Kota Denpasar Lely Sriadi yang ditemui disela-sela pemeriksaan menyebutkan, kegiatan  ini merupakan pengendalian penduduk pendatang yang ada di Denpasar. Kegiatan ini dilakukan pascaterjadinya arus mudik pada hari Lebaran lalu. Mengingat, setelah arus mudik, usai merayakan Lebaran, dipastikan terjadi peningkatan arus balik.

Dikatakan, melalui kegiatan ini pihaknya mendatang seberapa banyak penduduk yang masuk ke Denpasar. Kemarin, jumlah penumpang KM Awu yang berlayar dari NTT mencapai 1.250 orang. Dari hasil pemeriksaan kartu identitas, terdapat 79 penumpang yang tidak mengantongi e-KTP.

Baca juga:  Setelah Akasaka, Giliran Kafe Bibir Disegel

“Mereka ini kami periksa dulu, bila sampai tidak memiliki kartu identitas sama sekali, kita serahkan ke Satpol PP untuk disidang tipiring,” ujar Lely.

Lely menambahkan, pemeriksaan kartu identitas diri ini akan dilakukan berlanjut, sesuai dengan kedatangan kapal yang akan berlabuh di Pelabuhan Benoa.

Sedangkan pemeriksaan di Terminal Ubung yang biasanya juga dilakukan, tahun ini ditiadakan. Karena penumpang yang menggunakan bus AKAP, sudah tidak turun lagi di Ubung. Penumpang bus AKAP sudah turun di Terminal Mengwi. “Tahun ini kita tidak lagi menggelar pemeriksaan di Terminal Ubung,” jelas Lely.

Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Benoa Kompol Ni Made Sukerti, SH., mengatakan serangkaian pemeriksaan identitas diri, juga ditemukan penumpang yang membawa dua senjata tajam. Sajam yang dibawa penumpang tersebut kemudian disita petugas. Karena di nilai bisa membahayakan bila terjadi apa-apa di dalam kapal. “Kami  masih intrograsi yang bersangkutan, kenapa mereka membawa sajam,” ujar Kapolsek Pelabuhan Benoa. (asmara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.