Kondisi bangunan Pasar Seni Geopark di Penelokan Kintamani. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli I Made Gianyar pernah mengintruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli untuk pindah kantor ke Pasar Seni Geopark, Kintamani. Tujuannya untuk memperbaiki dan memajukan pariwisata di Kintamani.

Namun kenyataannya pegawai di Disparbud terkesan ogah melaksanakan intruksi itu secara penuh. Disparbud hanya ngantor di Kintamani selama beberapa bulan. Tidak adanya fasilitas air dan listrik di Pasar Seni Geopark dijadikan alasan untuk kembali berkantor di tempat semula.

Adanya perintah Bupati agar Disparbud pindah kantor ke Kintamani itu muncul setelah adanya kunjungan kerja Gubernur Bali ke Bangli sekitar 2016 lalu. Perintah pindah kantor itu dikeluarkan Bupati untuk memaksimalkan penataan dan pengembangan objek wisata Kintamani.

Menindaklanjuti adanya perintah itu, Disparbud pun kemudian berkantor di Kintamani dengan menempati salah satu ruangan di lantai III Pasar Geopark. Hanya saja, tidak berlangsung lama. Baru beberapa bulan, kantor tersebut ditinggalkan. Pegawai Disparbud kembali berkantor di kantor semula di Kota Bangli.

Diwawancara terkait hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengakui bahwa dirinya memang pernah memerintahkan Disparbud untuk pindah kantor ke Kintamani. Dia menjelaskan bahwa perintah agar Disparbud pindah kantor merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Bali. “Sambutan pak Gubernur yang sangat rasional untuk diikuti, bahwa Dinas Pariwisata selayaknya bekerja di daerah wisata sehingga bisa mengetahui dan memecahkan masalah yang ada. Bupati secepatnya mengikuti dan memerintahkan agar dinas Pariwisata berkantor di Kintamani. Tapi rupanya kurang kontrol kok pelaksanaannya tidak sesuai dengan tujuan,” kata Gianyar beberapa hari lalu.

Menurutnya jika saja Disparbud bisa melaksanakan perintahnya, maka upaya memajukan pariwisata Kintamani bisa dilakukan dengan maksimal. Tak hanya itu bangunan Pasar Seni Geopark yang selama ini terkesan terbengkalai, juga bisa dimanfaatkan dengan baik. Lantaran perintahnya tak dilaksanakan secara penuh, Gianyar pun mengaku akan segera memanggil Kepala Disparbud.

Baca juga:  PDAM Kehilangan Air Capai 20 Persen

Dirinya bakal meminta Disparbud untuk kembali berkantor di Kintamani. “Ya harus dilaksanakan sampai Pariwisata Kintamani baik. Malu kita, tidak bisa berubah ke arah kemajuan. Malu kita tidak bisa bekerja sesuai bidang tugas dengan baik,” kata Gianyar.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Selasa (19/6), Sekretaris Disparbud Bangli Dewa Gede Bakti mengatakan perintah Bupati agar Disparbud pindah kantor ke Kintamani sudah dilaksanakannya. Di Pasar Seni Geopark pihaknya mengaku sempat berkantor selama kurang lebih setahunan.

Hanya saja tidak semua pegawai bisa berkantor di sana. Dalam sehari hanya beberapa pegawai yang ditugaskan ngantor di Pasar Seni Geopark secara bergilir. “Pegawai yang bertugas di sana, tugasnya memantau langsung ke lapangan seperti pos-pos retribusi yang ada,” jelasnya.

Ditanya soal alasan Disparbud ogah ngantor di Kintamani, Dewa Bakti menyebutkan karena tidak tersedianya listrik dan air. Pegawai diakuinya sulit bekerja dengan komputer karena tidak ada listrik.

Di samping itu pihanya juga kembali ngantor ke Bangli karena untuk memudahkan koordinasi dan melaksanakan tugas lainnya. “Daerah tujuan wisata kan banyak juga di Kecamatan Bangli. Pas mendapat piket, disaat bersamaan ada pegawai yang juga harus melaksanakan urusan lain di bidang kebudayaan dan daerah tujuan wisata lainnya. Sehingga kembali lagi,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.