SEMARAPURA, BALIPOST.com – Partisipasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung 27 Juni mendatang ditarget minimal 80 persen. Lebih tinggi dari pemilihan presiden yang 78 persen.

Mencapai itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung tak hanya memaksimalkan untuk menggarap pemilih pemula. Namun juga melakukan jemput bola bagi para pemilih yang tak bisa mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) akibat sakit.

Komisioner KPU Klungkung, Ida Bagus Nyoman Barwata menjelaskan melihat pengalaman pada pemilihan presiden 2014, hal demikian jumlahnya cukup banyak. Supaya tetap bisa menjalankan hak pilihnya, KPU pusat mengeluarkan surat edaran 151.KPU.II.2017. “Dijelaskan, untuk warga yang tidak bisa datang ke TPS karena sakit, KPPS bisa mendatangi langsung ke rumahnya untuk memfaslitasi pemilihan. Dengan catatan, itu dilaporkan keluarga sehari sebelumnya,” tegasnya saat sosialisasi pemilhan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Klungkung, Selasa (12/6).

Pemilihan itu berlangsung dari pukul 12.00 Wita sampai 13.00 Wita, tanpa harus didasari persetujuan dari saksi masing-asing pasangan calon. “Pemilihan itu tetap disaksikan oleh saksi. Ini juga sebagai cara untuk mencapai target partsipasi pemilih,” jelasnya.

Sistem jemput bola nantinya juga diberlakukan untuk pasien di Rumah Sakit yang difaslitasi TPS terdekat. “Ini juga dari pukul 12.00  sampai 13.00 Wita. Yang memilih harus bawa e-KTP dan surat memilih,” ungkapnya.

Baca juga:  KPU Klungkung Temukan KTA Ganda di Sebelas Parpol

Sementara itu, khusus untuk sosialisasi di SLB, komisioner asal Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan ini menegaskan rutin dilakukan setiap pemilihan. Mereka yang berkebutuhan khusus tetap memiliki hak sama dengan masyarakat normal untuk meyalurkan suara. “Saat pemilihan, mereka yang memiliki keterbatasan tidak boleh dikasi tahu memilih salah satu paslon. Harus berdasarkan kemauan sendiri,” tegasnya.

Sosialisasi yang menyasar belasan orang siswa ini dilakukan secara detail, dibantu langsung tenaga pendidik meggunakan bahasa isyarat. Secara teknis, perlakuan saat pemilihan secara umum tidak jauh berbeda dengan masyarakat normal. KPU nantinya hanya menyiapkan surat suara yang dilengkapi huruf Braille untuk penyandang tuna netra. “Untuk pemilih tuna daksa bisa menunjuk orang yang dipercaya untuk membantu saat pemilihan,” terang Barwata.

Kepala SLB Negeri Klungkung, Ni Made Santiniwati menyampaikan ada 18 siswa yang telah memiliki hak pilih. Sosialisiasi pemilihan sebelumnya sudah pernah dikuti di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. “KPU yang minta waktu untuk sosialisasi. Kami fasilitasi,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.