Pengendara motor melewati baliho sosialisasi Pilgub Bali yang terpasang di depan Kantor KPU Bali. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kecenderungan dukungan masyarakat Bali terhadap para calon gubernur dan wakil gubernur Bali mulai disurvei. Seperti yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada 30 April hingga 6 Mei lalu.

Hasilnya, pasangan calon nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) tercatat unggul dari rivalnya, I.B.Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

“Dalam survei ini, jumlah sampel sebanyak 810 orang, dipilih dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan survei (margin of error) diperkirakan sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling,” ujar Direktur Riset Saiful Mujani Research & Consulting, Deni Irvani di Denpasar, Senin (11/6).

Menurut Deni, sekitar 87 persen masyarakat Bali sudah mengetahui bila pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Bali akan dilaksanakan tahun ini. Namun, masyarakat umumnya baru akan menentukan pilihan ketika pilkada sudah dekat.

Sekitar 24 persen masyarakat bahkan menyatakan baru akan memastikan pilihannya pada hari H. Selain itu, hasil survey juga menggambarkan elektabilitas sementara para calon. “Kalau pilkada Bali dilakukan pada saat survei awal Mei lalu, maka pasangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mendapat dukungan 48,3 persen, sementara unggul atas IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta yang mendapat dukungan 26,9 persen, dan yang masih belum tahu itu jumlahnya 24,8 persen,” jelasnya.

Dari hasil analisis lanjutan, pihaknya menemukan ada perbedaan dalam popularitas para calon. Koster pada Mei lalu paling banyak dikenal masyarakat dengan persentase 88 persen, unggul tipis dari Rai Mantra sebesar 81 persen.

Baca juga:  Setahun Tak Tersentuh Perbaikan, BWS Didesak Tangani Abrasi Air Sanih

Sebaliknya, Rai Mantra ternyata disukai 75 persen dari yang mengenalnya atau sedikit lebih tinggi dari Koster sebanyak 71 persen. Selain popularitas, dukungan masyarakat kepada partai politik juga mempengaruhi pilihan terhadap calon.

Di Bali, PDIP memiliki massa pemilih paling besar bila pemilu diadakan saat survey yakni 50,8 persen. Sedangkan partai lain, massa pemilihnya dibawah 5 persen dan sekitar 36,6 persen masyarakat belum menentukan partai yang mau dipilihnya.

“Massa pemilih PDIP cukup solid mendukung Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. Sedangkan massa pemilih Golkar juga cukup solid mendukung IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta. Sementara itu, massa partai lain sangat kecil, sulit dianalisis,” paparnya.

Faktor selanjutnya, lanjut Deni, menyangkut demografi dan sosiologi pemilih. KBS-Ace sementara unggul di semua lapisan gender, usia, atau desa-kota. Termasuk sementara unggul pada kelompok pemilih beragama Hindu, serta pada kelompok etnis Bali.

Sedangkan Mantra-Kerta unggul pada kelompok pemilih beragama Islam dan etnis Jawa. Dari sisi wilayah, KBS-Ace sementara unggul di 8 kabupaten kecuali Kota Denpasar sebab Mantra-Kerta yang unggul di ibukota provinsi Bali ini.

“Yang harus diingat, warga umumnya baru akan menentukan pilihan dalam periode beberapa minggu menjelang pilkada sampai dengan hari H. Karena itu, dukungan warga kepada masing-masing calon bisa berubah, bergantung seberapa efektif dan positif kerja sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon sampai pilkada diadakan,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.