Lima desa di Buleleng dipilih sebagai lokasi operasi pasar tabung elpiji tiga kilogram Selasa (5/6). (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Lima desa di Buleleng dipilih sebagai lokasi operasi pasar (OP) tabung elpiji tiga kilogram Selasa (5/6). Lima lokasi operasi pasar itu masing-masing di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Tegalinngah, Panji, dan Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Ini dilakukan karena sejak Selasa (29/5) lalu peredaran tabung elpiji bersubsidi itu sempat langka akibat tingginya permintaan di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto mengatakan, keputusan menggelar operasi pasar elpiji setelah pihaknya berkordinasi dengan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dan Pertamina.

Dari kordinasi itu, stok tabung elpiji tiga kilogram tersedia cukup. Terbukti dari kouta elpiji tiga kilogram di Buleleng sebanyak 75 metrix ton atau setara dengan 25 ribu tabung per hari. Ribuan tabung ini dipasok ke 10 agen elpiji tiga kilogram yang sudah mendapatkan izin. Selain itu, Pertamina menyiapkan cadangan pasokan elpiji untuk hari-hari tertentu, sehingga kouta sejumlah itu mampu memenuhi kebutuhan.

Hanya saja, karena tingginya permintaan sejak Galungan dan bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan 2018, permintaan tabung dari konsumen terus meningkat. Peningkatan ini kebanyakan terjadi di perkotaan yang banyak menyerap tabung elpiji, sehingga pasokan ke desa-desa menjadi berkurang. Hal ini memicu kalau ada kesan tabung elpiji langka.

“Sebenarnya kouta itu sudah cukup bahkan melebihi. Hanya saja karena banyak muncul pemrintaan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dadakan di bulan puasa ini dan maish ada pengguna elpiji subsidi ini warga yang sudah mampu, kouta itu terserap habis dan ini banyakan di kota, sehingga ke desa pasokannya kurang,” katanya.

Baca juga:  Pengambilan Sampel Gas Puncak Gunung Agung Dengan Drone Terkendala Cuaca

Dari kordinasi itu, Suparto kemudian meminta para agen elpiji tiga kilogram di lima desa untuk melakukan operasi pasar tabung elpiji tiga kilogram. Ini dilakukan untuk menstabilkan kembali peredaran tabung elpiji di tingkat pangkalan dan pedagang pengecer. Ini juga untuk menghindari terjadinya peningkatan harga di atas harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Sesuai mekenisme, operasi pasar tabung elpiji bersubsidi dilakukan dengan sangat ketat. Setiap konsumen hanya dijatah membeli satu tabung elpiji dengan harga Rp 14.500 per tabung. Untuk mencegah penimbunan, setiap konsumen diwajibkan menyerahkan foto kopi KTP agar bisa ikut operasi pasar kali ini. “Pelaksanaanya ketat agar tepat sasaran dan peredaran tabung di konsumen kembali stabil,” katanya.

Seperti diebritakan sebelumnya, peredaran tabung epiji tiga kilogram langka sejak Selasa (29/5) hingga Minggu (3/6) lalu. Warga di beberapa desa di Buleleng kesulitan mencari tabung elpiji. Situasi ini terjadi karena SPBE yang bisa melayani pengisian tabung elpiji tiga kilogram tutup karena libur Galungan. Biasanya, agen mendapat dua kali pengiriman tabung elpiji setiap hari terpaksa tidak beroperasi. Situasi ini mengakibatkan stok di pangkalan dan pedagang pengecer kosong, hingga warga kesulitan mendapatkan tabung elpiji tiga kilogram. Sejak Senin (4/6) lalu, agen mulai mendapatkan pasokan tabung. Hanya saja, permintaan masih tinggi, sehingga kouta tabung tersebut belum bisa mengembalikan peredaran tabung di konsumen. (mudiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.