SINGARAJA, BALIPOST.com – Gugurnya lima orang anggota Brimob Kelapa Dua dalam peristiwa kerusuhan dengan narapidana (napi) terorisme terus mengundang simpati di daerah. Jajaran Polres Buleleng, Sabtu (12/5) menggelar persembahyangan di mapolres setempat.

Selain mendoakan agar arwah kelima anggota Brimob yang gugur mendapat tempat di sisi Tuhan, juga untuk memohon tuntunan dan keselamatan bagi setiap anggota polisi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Persembahyangan dilakukan secara Agama Hindu dihadiri Kapolres AKBP Suratno, S.IK, Wakapolres Kompol Ronny Riantoko, dan para perwira di jajaran Polres Buleleng. persembahyangan dipimpin oleh Pemangku Ida Bagus Adnyana.

Kapolres AKBP Suratno, S.IK didampingi Wakapolres Kompol Ronny mengatakan, persembahyangan ini merupakan aksi spontan untuk mendoakan agar arwah kelima anggota Brimob yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua. Persembahyangan ini juga untuk memohon keselamatan bagi semua jajarannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari, sehingga peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara itu, pascaperisiwa itu, Kapolres Suratno telah menginstruksikan semua jajarannya untuk tetap mewaspadai aksi-aksi terorisme. Pengamanan mulai di mapolres dan mapolsek ditingkatkan.

Selain itu, kepada semua anggotanya diingatkan tetap bertugas sesuai rosedur tetap (protap). “Sebagai anggota Polri kami prihatin dengan kejadian yang yang merengut lima nyawa anggota Brimob dalam melaksanakan tugasnya. Mudah-mudahan arwah dan jasanya diterima di sisi Tuhan, dan lewat persembahyangan ini kita memohon keselamatan bersama dalam melaksanakan tugas.

Baca juga:  Pencuri Ayam Petelur Dibekuk Polisi

Sementara itu, sejumlah mahasiswa Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja Jumat (11/5) malam juga melakukan aksi yang sama. Selain menggelar doa bersama, mahasiswa menyalakan lilin sebagai wujud duka cita atas gugurnya kelima anggota Brimob Kelapa Dua.

Salah seorang perwakilan mahasiswa Nyoman Novianti mengatakan, aksi ini mendoakan agar semua anggota Polisi diberikan kekuatan dan mendapat tuntunan Tuhan dalam melaksanakan tugas, terutama dalam pembarantasan aksi-aksi terorisme yang mengancam keselamatan bangsa. Dia pun mengecam aksi brutal para napi terorisme tersebut.

“Kami menggelar doa agar Polisi yang ditugaskan sebagai penegak hukum diberikan tuntutan dan keselamatan. Dan lewat aksi ini kita mahasiswa tetap mengecam aksi brutal teeroisme dan mendukung pembarantasan oleh aparat penegak hukum di negara kita,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.