Banyak pohon di Terminal Kargo Gilimanuk layu. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah pohon di areal Terminal Kargo di Lingkungan Penginuman, Gilimanuk nampak mati. Tidak hanya kering layu, pohon ental yang ditanam mengelilingi areal terminal itu bahkan diantaranya sudah patah. Tidak diketahui pasti penyebab matinya pohon-pohon yang ditanam untuk mempercantik areal Terminal tersebut.

Dari pengamatan Kamis (10/5), puluhan pohon yang tertanam di dekat pagar yang mengelilingi areal terminal nampak sudah kering. Di setiap bagian sudut, sekurangnya ada dua yang sudah patah. Bukan hanya di bagian tepi pantai, tetapi juga di bagian depan terminal juga banyak pohon yang layu.

Sejumlah warga yang ditemui mengungkapkan sudah menduga akan banyak pohon yang mati. Sebab sebelum lahan seluas kurang lebih dua hektar itu disulap jadi terminal seperti sekarag ini, sudah sering terjadi hal yang serupa. Pascapenggusuran permukiman warga di Penginuman tersebut, beberapa kali dicoba ditanami berbagai pohon produksi. Mulai dari pisang, mangga hingga kelapa.

Baca juga:  Pohon Ambruk Timpa Warung di Ketugtug

Namun tak berhasil karena diduga tanahnya yang berpasir tidak cocok. Hanya ada beberapa pohon mangga yang masih bertahan dan saat ini juga masih dibiarkan ditanam di dalam areal Terminal. “Sudah sering begitu (mati), apalagi sekarang tandus begitu,” terang Dana (43) salah seorang warga ditemui.

Namun bila pohon tersebut tidak cocok ditanam di lokasi tersebut, juga masih banyak pohon lainnya yang masih hidup. Di sekeliling terminal itu, ada sekitar 10 pohon serupa bahkan lebih, yang terlihat kering dan layu. Diantaranya bahkan sudah ada yang patah.

Sementara kondisi di dalam areal terminal nampak masih kosong. Dari informasi pembangunan terminal Kargo ini masih berlanjut dan dilakukan bertahap. Sejumlah sarana penunjang sesuai masterplan juga belum terlihat terbangun. Hanya lahan kosong yang dikelilingi pagar besi dan pohon-pohon. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.