Air sungai meluap menyebabkan sejumlah rumah warga di Jl. Sedap Malam, Denpasar terendam. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski tidak ada hujan, warga yang menghuni Gang Margot Jalan Sedap Malam, Kesiman, terendam. Akibatnya, warga disibukkan untuk membersihkan air yang masuk hingga ke rumah-rumah tersebut.

Terdapat 7 rumah terdampak. Air yang merendam rumah warga itu berasal dari sungai yang meluap. Air masuk sampai pekarangan rumah. Dari pantauan, Senin (7/5), air juga masuk ke dapur warga dan merendam peralatan memasak.

Beruntung, genangan air tidak sampai lama. Karena setelah warga berhasil membersihkan ranting pohon yang menyumbat saluran sungai di jembatan, air kembali surut.

Sejumlah warga setempat, Wayan Putra dan Made Wira Adnyana mengatakan, meluapnya sungai bukan yang pertama kalinya terjadi di tempat yang sama. Namun, hampir setiap minggu sungai yang alirannya dari Tukad Bindu tersebut merendam rumah warga.

Kata dia, kali ini memang lebih parah karena ditambah penyumbatan pada jembatan akibat kayu gelondongan yang hanyut dari hulu. Kejadian tersebut membuat ketinggian air ditambah lumpur masuk ke pekarangan rumah. Warga pun kemudian melakukan aksi kebersihan di
aliran sungai yang dipenuhi sampah. “Tadi airnya sampai masuk dapur rumah saya, karena ada kayu gelondongan nyangkut di jembatan. Sebelumnya, air juga kerap meluap, namun tidak sampai masuk sampai ke dapur,” ungkapnya.

Diduga sungai tersebut meluap karena adanya pendangkalan sungai. Ditambah lagi pembukaan pintu air di Tukad Bindu membuat sungai meluap. “Sejak itu (pintu air, red) dibuka selalu sungai di sini meluap dan membuat air masuk ke rumah warga. Padahal sudah sempat dilaporkan tapi yang datang hanya petugas membersihkan sampah. Tidak ada solusi lain yang diberikan dan akhirnya meluap Lagi,” imbuhnya.

Baca juga:  Dua Bibit Siklon Tropis Baru Siap Gantikan Dahlia

Adnyana menambahkan, rumahnya terendam hingga ketinggian betis orang dewasa. Kata dia, lumpur yang masuk ke rumahnya juga menyulitkan pembersihan karena rumahnya hanya memiliki drainase kecil.

Kata dia, solusi satu-satunya untuk mengurai meluapnya air tersebut yakni pendalaman sungai. “Dulu sungai ini dalam, sekarang sudah mendangkal karena sampah dan lumpur yang mengendap di sungai. Ditambah dibukanya pintu air setiap minggu pasti meluap. Setelah meluap itu pasti ada saja yang nyemplung ke sungai karena sungai itu dikira gang saking penuhnya dengan air gak kelihatan jalannya,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, Kasi Penataan Sungai PUPR Kota Denpasar I Ketut Suteja mengungkapkan, aliran sungai tersebut memang setiap dua kali dalam seminggu dijadikan saluran pembuangan dari hulu, yakni setiap Senin dan Selasa. Untuk Rabu sampai Minggu sungai itu dikeringkan sesuai dengan persetujuan subak untuk pengairan sawah mereka.

Dikatakan Suteja, terkait kedangkalan sungai dan penataan kembali pihaknya masih akan meninjau sungai tersebut, sebab sungai tersebut merupakan ranah PUPR Provinsi karena berkaitan dengan sungai Ongan. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.